Ruang Ketiga: Ketika Etnisitas, Tradisi, dan Cinta Berkelindan
Rp77.500
Buku ini berkisah tentang pengalaman keseharian pasangan yang memiliki latar belakang etnis yang berbeda, Tionghoa dan Jawa, dalam mengatasi perbedaan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Pernikahan ini penting untuk dikaji karena secara historis, pembicaraan tentang Tionghoa umumnya selalu dibahas dengan kacamata politik atau dalam narasi pribumi dan nonpribumi. Seiring dengan kekerasan yang diterima komunitas Tionghoa di setiap rezim politik, sentimen antaretnis ini membuat keluarga Tionghoa umumnya meminta anak-anak mereka menikah dengan sesama Tionghoa. Namun demikian, ada orang-orang yang memilih untuk tetap menghidupi afeksi mereka, dengan menikahi pasangan dari latar etnis yang berbeda. Buku ini mengabadikan momen bagaimana mereka mengatasi tensi lintas budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Ruang Ketiga: Ketika Etnisitas, Tradisi, dan Cinta Berkelindan
Rp77.500
Buku ini berkisah tentang pengalaman keseharian pasangan yang memiliki latar belakang etnis yang berbeda, Tionghoa dan Jawa, dalam mengatasi perbedaan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Pernikahan ini penting untuk dikaji karena secara historis, pembicaraan tentang Tionghoa umumnya selalu dibahas dengan kacamata politik atau dalam narasi pribumi dan nonpribumi. Seiring dengan kekerasan yang diterima komunitas Tionghoa di setiap rezim politik, sentimen antaretnis ini membuat keluarga Tionghoa umumnya meminta anak-anak mereka menikah dengan sesama Tionghoa. Namun demikian, ada orang-orang yang memilih untuk tetap menghidupi afeksi mereka, dengan menikahi pasangan dari latar etnis yang berbeda. Buku ini mengabadikan momen bagaimana mereka mengatasi tensi lintas budaya dalam kehidupan sehari-hari.
- Detail Buku
- Tentang Penulis
- Review Buku
- Testimoni
Penulis Jony Eko Yulianto
Penerjemah -
Dimensi14 x 20cm
Tebal172 halaman
Cetakan2026
ISBN/QRCBN978-623-665-0707
Finishingsoft cover
Stok 17 pcs
Jony Eko Yulianto
Sorang dosen dan peneliti di bidang psikologi sosial. la meraih gelar doktornya dari Massey University di Auckland, Selandia Baru pada tahun 2022. Disertasinya mengenai pernikahan beda etnis antara etnis Jawa dan Tionghoa mendapatkan penghargaan Dean's List of Exceptional Doctoral Theses. Selain itu, Jony juga merupakan penerima penghargaan James Liu Memorial Award dari Asian Association of Social Psychology pada tahun 2025 atas kontribusinya melakukan penelitian-penelitian psikologi budaya di Asia Tenggara. Di sela-sela aktivitasnya sebagai pendidik, Jony suka membaca buku dan mendengarkan siniar favoritnya.
Review Pembaca (0)
Belum ada review
Testimoni Pembeli (0)
Belum ada testimoni




