Lemon
Rp55.000 Rp50.000
Cerpen-cerpen Motojiro Kajii selalu bernada muram, penuh kegelisahan, terus-menerus menuangkan detail akan kerapuhan jiwa tokohnya yang selalu tunggal. Kerap memakai sudut pandang orang pertama, cerita-cerita pendek gubahannya tak pelak diketahui pembaca sebagai irisan biografi sang pengarang. Gaya menulisnya dikenal sebagai prosa puisi dan seumur hidupnya yang singkat, dia hanya menulis tak kurang dari 20 cerita pendek dan satu novela.
Lemon
Rp55.000 Rp50.000
Cerpen-cerpen Motojiro Kajii selalu bernada muram, penuh kegelisahan, terus-menerus menuangkan detail akan kerapuhan jiwa tokohnya yang selalu tunggal. Kerap memakai sudut pandang orang pertama, cerita-cerita pendek gubahannya tak pelak diketahui pembaca sebagai irisan biografi sang pengarang. Gaya menulisnya dikenal sebagai prosa puisi dan seumur hidupnya yang singkat, dia hanya menulis tak kurang dari 20 cerita pendek dan satu novela.
- Detail Buku
- Tentang Penulis
- Review Buku
- Testimoni
Penulis MOTOJIRO KAJII
Penerjemah Bagus Dwi Hananto
Dimensi11x17 cm
Tebal88 halaman, bookpaper 72gr + mattpaper warna
CetakanCetakan Kedua, 2025
ISBN/QRCBN978-623-7258-92-6
Finishingsoft cover
Stok 17 pcs
MOTOJIRO KAJII
Lahir pada 17 Februari 1901. Día lahir sebelum dimulainya era Showa, yang dianggap sebagai periode kebangkitan Jepang. Sebagai penulis Motojiro menghasilkan karya yang dikenang setelah dia wafat pada usia muda. Sepanjang hidup Motojiro Kajii hanya menulis dua puluh cerita pendek. Karyanya yang terkenal adalah Lemon, sebuah prosa puisi, cerita pendek tentang buah lemon yang diletakkan di atas tumpukan buku seni. Asahi Shimbun, surat kabar terkemuka Jepang pernah membahas betapa pentingnya karya ini bagi Jepang, khususnya pada para pemuda di sana. Tidak banyak diketahui tentang kehidupan pribadi Motojiro Kajii. Bahkan informasi tentang keluarganya. Hanya sekelumit informasi tentang dirinya dilahirkan di Osaka, periode yang sama dengan Oda Sakunosuke. Keduanya menggarap karya serupa yaitu tingkah masyarakat Jepang pada masanya. Saat kecil Motojiro Kajii sering berpindah rumah. Tak ada banyak informasi tentang asal-usulnya. Sebab dia sering berpindah-pindah tempat tinggal. Dari 1910-1911, Motojiro Kajii pindah dari Osaka ke Tokyo untuk belajar di sekolah dasar. Setelah menyelesaikan pendidikan SD, ia pindah ke Toba guna menempuh pendidikan SMP hingga tahun 1913. Motojiro Kajii lalu pindah ke kota lahirnya untuk bersekolah di SMA Kitano. Dia belajar di sana hingga tahun 1919. Kemudian dia pindah lagi dan mendaftar Sekolah Tinggi Ketiga Kyoto. Namun pada 1920 di tahun kedua kehidupan pendidikan juniornya, kesehatannya memburuk. Dia terkena tuberkulosis. Meski begitu dia tetap kuat menjalani pendidikan hingga tahun 1924 diterima Universitas Kekaisaran Tokyo yang amat bergengsi. Di sana dia menempuh sastra Inggris. Dia lantas menerbitkan majalah sastra Aozora hasil kolaborasi dengan kawan-kawan sekolah menengahnya. Kajii menerbitkan karya terkenalnya Lemon di Aozora pada 1925. Di tahun 1927, kesehatan Motojiro Kajii kian buruk. Kemudian dia pindah ke Semenanjung Izu untuk memulihkan diri. Selama tinggal di Izu, dia berteman dengan Yasunari Kawabata. Motojiro Kajii meninggal di usia 31 tahun pada 1932 karena tuberkulosis. Namun setelahnya karya-karyanya banyak dibaca orang dan pemuda Jepang menggandrungi cerpen Lemon dengan mengikuti tingkah protagonis dalam kisah tersebut: meletakkan buah lemon di tumpukan buku-buku di toserba.
Review Pembaca (0)
Belum ada review
Testimoni Pembeli (0)
Belum ada testimoni
Buku Terkait
-
Pesan via Whatsapp
Seratus Wujud Gunung Fuji
Rp65.000Rp58.500 -
Pesan via Whatsapp
Aguri
Rp62.500Rp56.250 -
Pesan via Whatsapp
Adik Perempuan
Rp50.000Rp45.000



