Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Adik Perempuan

Rp45.000

Berisi dua cerita pendek yang mengisahkan dunia perempuan—satu, orang tua tunggal dengan satu anak; dan satunya lagi gadis yang beranjak remaja—yang dituturkan dengan begitu piawai. Tsushima yang selalu menuliskan perempuan independen, tak pelak menjadikan prosanya dikenal sebagai fiksi dengan warna kental feminisme, walau ia tak ingin pelabelan semacam ini. Meraih berbagai penghargaan sastra bergengsi di Jepang, Yuko Tsushima mengikuti jejak Osamu Dazai, ayahnya, yang menjadi salah satu pengarang terdepan abad 20.

Adik Perempuan

Rp45.000

Berisi dua cerita pendek yang mengisahkan dunia perempuan—satu, orang tua tunggal dengan satu anak; dan satunya lagi gadis yang beranjak remaja—yang dituturkan dengan begitu piawai. Tsushima yang selalu menuliskan perempuan independen, tak pelak menjadikan prosanya dikenal sebagai fiksi dengan warna kental feminisme, walau ia tak ingin pelabelan semacam ini. Meraih berbagai penghargaan sastra bergengsi di Jepang, Yuko Tsushima mengikuti jejak Osamu Dazai, ayahnya, yang menjadi salah satu pengarang terdepan abad 20.

  • Detail Buku
  • Tentang Penulis
  • Review Buku
  • Testimoni

Penulis Yüko Tsushima

Penerjemah Bagus Dwi Hananto

Dimensi11x17cm

Tebal72 halaman, bookpaper 72gr + mattpaper warna

CetakanCetakan Kedua, 2025

ISBN/QRCBN978-623-7258-92-6

Finishingsoft cover

Stok 24 pcs

Yüko Tsushima

Menulis prosa dan kritik sastra. Namun namanya baru dikenal luas setelah ia meninggal. Baru setelahnya, terjemahan karya-karya fiksinya dalam bahasa Inggris mulai dilakukan. Yang paling anyar, dua cerita pendek Tsushima dibukukan dalam seri Penguin Modern. Kita tahu buku-buku Penguin adalah usaha kanonisasi pada pengarang pilihan mata Barat. Seri Penguin Modern dikemas dalam buku ukuran saku dan pengarang pilihan diajukan dalam seri ini. Mulai dari Italo Calvino sampai Javier Marias. Di antara nama-nama besar itu ada nama yang jarang diketahui pembaca Barat, seperti Yüko Tsushima. Tsushima dikenal sebagai pengarang yang sering menyuarakan perempuan yang menentang takdir normatifnya dalam kerangka patriarki. Namun ia menolak label feminis pada karya-karyanya. Itu ditulis sealami mungkin. Dalam novel Territory of Light kita dihadapkan pada kisah seorang ibu muda dengan anak kecil menjalani hidup di kota besar Tokyo setelah bercerai. Novel fragmentaris itu mendedahkan pikiran si ibu muda dan kenangan seputar kehidupannya. Penceritaan serupa juga dapat pembaca rasakan dalam buku ini pada cerita pendek yang panjang (long short story) berjudul Alam Air yang diterjemahkan dari The Watery Realm yang termaktub dalam buku Of Dogs and Walls seri Penguin Modern. Cerpen semi autobiografis ini menceritakan kehidupan protagonis dengan putra semata wayangnya yang menginginkan sebuah kastil hias akuarium. Ada juga sisipan plot yang bercerita tentang ayah tak dikenal si protagonis. Plot ini pula muncul pada tokoh lain yang memakai sudut pandang orang pertama, yaitu ibu si protagonis. Sosok ayah sekaligus suami yang memutuskan mengakhiri hidup dengan menerjunkan diri ke air. Ini merupakan riwayat nyata ayah Tsushima yang bernama Shuuji Tsushima atau kita kenal dengan nama Osamu Dazai. Di cerita ini pula kita disuguhkan perumpamaan besar akan air yang oleh pengarang disandingkan dengan salah satu dewa dalam kepercayaan Shinto Jepang. Dua protagonis menjalani hidup bersisian ketika kita mulai membaca cerita ini dan hanyut di dalamnya.

Review Pembaca (0)

Belum ada review

Testimoni Pembeli (0)

Belum ada testimoni

Buku Terkait
Ayo pesan sekarang!
add_action('wp_footer', function() { ?>