Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Masri Anwar

Lahir di Desa Segea Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah, pada 7 Junuari 1983. Ia memang bukan pemikir layaknya Hegel atau Marx, yang pemikirannya mudah dijumpai dalam satu tulisan utuh. Tapi hanya seorang penulis lokal yang ingin menuliskan menceritakan tentang kabar kampung pulau, keberanianya dalam menyuarakan kebenaran dan membela kepentingan lingkungan dan ekologi. Akademisi-penggiat lingkungan dan ekologi, Aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara, Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Maluku Utara, organisatoris, dan teridiologi. Serta sederat predikat perjuangan lingkungan dan ekologi di pundaknya Masri Anwar lantaran ia memiliki kemampuan perspektif lingkungan dan ekologi yang cukup. Kritik-kritik dalam tulisannya begitu tajam, begitu dalam. Tentu dengan ciri khas Masri Anwar: satire dan humoris. Karena kepiawaiannya dalam menulis, ia disebut pendekar ekologi dan lingkungan oleh teman-temannya. Halmahera Tengah patut bersyukur karena ada seorang anak petani hadir untuk menuliskan kisah tentang perampasan ruang hidup, yang sampai saat ini nyaris susah dijumpai penulis seperti Masri Anwar. la juga selain menulis dan aktif melakukan riset dan penelitian di daerah-daerah lingkar tambang, penulis pernah mengajar di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, mata kuliah tentang Hukum Lingkungan dan Pidana Lingkungan. Masri Anwar, Menyelesaikan Strata S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN Ternate), pada tahun 2010, setelah itu penulis melanjutkan studi S2 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun 2019. Dan sekarang ini penulis sedang dalam studi jenjang Doktoral di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Masri Anwar, memilih judul Buku “Kerusakan Ekologi Sebuah Antologi” menggunakan konsep rantai nilai kerja dan penelitian emperis yang cenderung untuk mengungkapkan cara-cara perusahaan-perusahaan multinasional mengekstraksi surplus dari bumi Halmahera Tengah dengan mengorbankan para petani-neyalan. Bertolak belakang dari perayaan globalisasi kapitalisme, Rantai Nilai menunjukkan bahwa produksi yang menglobal tidak lain adalah bentuk baru dari imperialisme”.

Ayo pesan sekarang!