Lahir di Bangkalan Madura. Sejak lulus sekolah dasar, hidupnya dihabiskan dalam rantauan. Saat kuliah banyak diperjalankan ke tempat yang memiliki energi kuat untuk disinggahi. Hingga kini, pada saat studinya di tingkat akhir, ada hal yang kemudian disadari dan dirindukan, yaitu pulang. Kesadaran itu yang membuatnya kembali belajar untuk mengenal tanah kelahirannya, kehidupan desanya, serta kebudayaan yang membentuk karakternya. Lebih jauh lagi (padahal secara fisik terdekat), yaitu mempelajari dirinya sendiri dengan belajar mengenal Ki Ageng Suryomentaram melalui segala kawruh jiwa-nya agar tetap nDeso.