Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Darmanto Jatman

Lahir pada tanggal 16 Agustus 1942 di Jakarta tetapi dibesarkan dan menyelesaikan kuliahnya di Yogyakarta. Setelah lulus sebagai Sarjana Psikologi Universitas Gadjah Mada, ia menjadi dosen di Fakultas Sosial Politik Universitas Diponegoro, Semarang. Di samping menjadi dosen, ia juga menjadi redaktur khusus di Majalah Tiara, sambil tetap terus menulis puisi. Sebagai salah seorang ‘pendekar’ Perpuisian Darmanto jatman pernah mewarnai acara ‘Pengadilan Puisi’ di Bandung tahun 1975, membaca puisi di TIM 22 September 1975 dan tahun 1980, di Adelaide Festival of Art 1980, Poetry Internasional Rotterdam, 1984 dan tempat-tempat lain. Penyair yang selama 1972/1973 tinggal di Hale Manoa Hawaii, 1973/1974 tinggal di Bali dan 1977/1978 di London ini pernah menerbitkan empat kumpulan puisi. yaitu Bangsat (1974), Sang Darmanto (1976), Ki Blakasuta Bla Bla (1980) dan Karto lya Bilang Mboten (1981). Keempatnya, ditambah dengan kumpulan puisi Golf untuk Rakyat yang berisi 5 kumpulan puisi diterbitkan oleh Bentang. Karya puisinya juga dimuat dalam bunga rampai Arjuna in Meditation (1976) yang disusun Harry Aveling, Laut Biru, Langit Biru (1977) disusun Ajip Rosidi, ASEAN Poetry (1978) Dewan Kesenian Jakarta, Ik wil nog duizer jaar leven (1979) Meulenhoff, Amsterdam dan Tonggak (1987) yang disusun Linus Suryadi AG. Bukunya yang lain, Perilaku Kelas Menengah Indonesia (kumpulan esai) diterbitkan oleh Bentang budaya (1966). Pada tahun 2010, Darmanto Jatman mendapat peng-hargaan Anugerah Satyalencana Kebudayaan dari pemerin-tah RI, setelah sebelumnya diganjar Anugerah Satyalencana Karya Satya (2002) dan The SEA Write Award (2002). Ketika buku ini dicetak kembali tahun 2010, Darmanto Jatman telah bergelar Professor, sudah purna tugas dari Universitas Diponegoro, dan menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi, Solo. Dia juga telah menjadi Eyang kakung dari cucu yang lahir dari anak-anak tercintanya. Kerinduannya pada Yogyakarta dapat dilepaskan setiap Sabtu dan Minggu, di rumahnya yang bernuansa Jawa di desa Randu Jayan, Pakem, Yogyakarta. Beberapa buku kumpulan puisi, dan tulisan bernuansa kritik sosial dan spiritual yang ditulisnya kemudian, diterbitkan dalam kurun waktu 2000 sampai 2007, sebelum dia terkena stroke dan beristirahat menulis sementara menunggu penyembuhan fisiknya. (Penerbit Kayoman, 2011) Darmanto Jatman mengaku selalu rindu Yogyakarta. Darmanto Jatman wafat pada tanggal 13 Januari 2018 di Semarang, setelah kira-kira 11 tahun menderita stroke.

Ayo pesan sekarang!