Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Seratus Wujud Gunung Fuji

Rp58.500

Lima cerita dalam buku ini bersumber dari buku yang terbit dalam kumpulan tunggal pada tahun 1940. Memuat cerita-cerita terpilih Osamu Dazai, di antaranya “Lari, Melos!”, “Seratus Wujud Gunung Fuji”, dan “Delapan Pemandangan dari Tokyo”. Di buku ini, pembaca bakal mendapati betapa padat Dazai meracik teks cerita muram yang adakalanya disisipi humor berdasar pengalamannya. Prosa biografis Dazai menarik disimak lantaran pikiran suram dalam tubuh ceritanya merupakan semangat zamannya yang merosot.

 

Seratus Wujud Gunung Fuji

Rp58.500

Lima cerita dalam buku ini bersumber dari buku yang terbit dalam kumpulan tunggal pada tahun 1940. Memuat cerita-cerita terpilih Osamu Dazai, di antaranya “Lari, Melos!”, “Seratus Wujud Gunung Fuji”, dan “Delapan Pemandangan dari Tokyo”. Di buku ini, pembaca bakal mendapati betapa padat Dazai meracik teks cerita muram yang adakalanya disisipi humor berdasar pengalamannya. Prosa biografis Dazai menarik disimak lantaran pikiran suram dalam tubuh ceritanya merupakan semangat zamannya yang merosot.

 

  • Detail Buku
  • Tentang Penulis
  • Review Buku
  • Testimoni

Penulis Osamu Dazai

Penerjemah Bagus Dwi Hananto

Dimensi11 x 17cm

Tebalx + 154 halaman Kertas isi bookpaper 57gr Paperback

CetakanCetakan pertama, September 2022

ISBN/QRCBN62-259-9985-767

Finishingsoft cover

Stok 6 pcs

Osamu Dazai

Lahir di Prefektur Aomori pada 1909 dan meninggal di Mitaka, Tokyo di usia 38 tahun, merupakan salah satu penulis penting Showa. Bernama asli Tsushima Shji, dia dilahirkan dari keluarga kaya raya. Bakat Osamu Dazai mulai diakui orang-orang dalam lingkaran sastra setelah karyanya berjudul Gyakkō yang terbit pada 1933 membuatnya dinominasikan sebagai penerima Penghargaan Akutagawa pada 1935. Setelah itu bermunculan karya-karyanya yang lain. Di antaranya yang terkenal seperti Hashire Merosu, Shayō, dan Ningen Shikkaku. Fiksi Osamu Dazai liris dengan kandungan ironi, humor gelap, dan pembabaran kesedihan secara dingin dan destruktif. Bersama Ango Sakaguchi serta Jun Ishikawa, dia dikenal sebagai penulis dekaden angkatan gesaku baru dan buraiha. Dia senantiasa terobsesi pada bunuh diri. Semenjak duduk di bangku kuliah, berulang kali dia mencoba bunuh diri dengan mengajak para wanita yang dekat dengannya. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya dia berhasil meregang nyawa pada 1948 bersama selingkuhannya, Tomie Yamazaki, usai melakukan jusui (membenamkan diri) ke Sungai Tama

Review Pembaca (0)

Belum ada review

Testimoni Pembeli (0)

Belum ada testimoni

Buku Terkait
Ayo pesan sekarang!