Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Alasan Mengapa Membaca Buku itu Menjadi Penting! Ulasan Buku Petualangan Membaca: Teknik Dasar untuk Pembaca Pemula
1,108 kata • 6 menit baca

🎧 Dengarkan artikel ini:

Ditulis oleh Radit Bayu Anggoro*

teknik dasar untuk pembaca pemula

Tentang Buku
Judul: Petualangan Membaca: Teknik Dasar untuk Pembaca Pemula
Penulis: Carolina Sasabone, Areni Yuliwati Supriyono
Cetakan pertama: 2025
Penerbit: Bening Pustaka
Halaman : 62 hlm., 14 cm x 21 cm
ISBN : 978-623-435-236-8
==========================================================

APA yang terlintas di dalam kepala Anda ketika mendengar kata “membaca”? Tak apa, jika mau mengatakan kegiatan itu sebagai kegiatan yang membosankan. Ya, karena membaca selalu identik dengan buku. Dan, buku selalu identik dengan hal-hal yang intelektual dan berbobot. Barang kali, Anda belum menemukan sensasi atau feeling dari membaca buku. Namun, ada satu hal yang perlu Anda ingat bahwa kegiatan membaca tidak hanya selesai ketika sampai pada halaman akhir buku. Kadang kala, membaca buku itu tentang pencarian dan petualangan untuk memahami dunia dengan segala kerapuhannya. Sebab selepas teks-teks di dalam buku itu selesai dibaca, ada kehidupan yang menanti Anda di ujung sana. Kehidupan yang hanya dapat Anda temui di dalam imaji, hasil dari membaca buku.

Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi, sebab membaca adalah salah satu empat keterampilan berbahasa yang paling dasar dan harus Anda kuasai. Tentu tidak bisa pula secara tiba-tiba, Anda langsung melahap ratusan atau bahkan ribuan halaman dalam waktu sekejap. Perlu adanya upaya pembiasaan, konsisten, dan dedikasi dalam membaca buku. Jika Anda bingung ingin memulainya dari mana, buku Petualangan Membaca: Teknik Dasar untuk Pembaca Pemula karya Carolina Sasabone dan Areni Yuliwati Supriyono. Buku yang diterbitkan oleh Bening Pustaka pada tahun 2025 ini menawarkan pandangan-pandangan unik perihal kegiatan membaca buku agar tidak terasa “monoton”. Buku ini akan mengajak Anda untuk memahami, bagaimana cara melakukan kebiasaan membaca tanpa tuntutan dan paksaan.

Teknik Dasar untuk Pembaca Pemula: Bermula dari Mindset!

Ketika Anda merasa tidak betah membaca satu sampai dua halaman dari sebuah buku. Bukan berarti, buku yang Anda baca itu belum sesuai dengan selera baca Anda. Bisa jadi karena mindset Anda soal membaca buku masih sebatas untuk kegiatan akademik saja. Sehingga hal ini memengaruhi gairah Anda untuk membaca, sebagaimana yang diungkapkan dalam buku Petualangan Membaca: Teknik Dasar untuk Pembaca Pemula. Seharusnya kegiatan membaca buku diposisikan sama seperti kita sedang menonton film atau mendengarkan musik. Karena, membaca buku itu melibatkan perasaan emosional dan gaya hidup intelektual. Dalam konteks ini, membaca buku menjadi sarana untuk mengeksplorasi diri dan ekspresi.

Di samping itu, perubahan mindset terhadap membaca buku juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang meliputi keluarga, rekan, komunitas, dan lain sebagainya. Jika seseorang berada di dalam ekosistem lingkungan yang tepat dan merasa nyaman–dalam artian membaca buku itu bukan menjadi sesuatu yang “aneh”– maka budaya membaca dapat dibentuk tanpa ada rasa terpaksa. Namun ada baiknya, kebiasaan membaca buku sudah diterapkan sedini mungkin terutama sejak anak-anak.

Mindset anak-anak jauh lebih muda dibentuk, terlebih lagi jika teks itu memuat banyak unsur visual. Unsur visual dalam sebuah teks dapat membantu anak untuk menguasai empat keterampilan berbahasa yang meliputi menyimak (mendengarkan), berbicara, membaca, dan menulis. Di mana dalam keterampilan tersebut tak bisa dilepaskan dari memahami bunyi, tanda, dan simbol. Tumbuh kembang anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademis, melainkan juga dari cara mereka mengolah informasi di sekitarnya. Melalui narasi visual, anak-anak diajak untuk belajar membaca suasana, menangkap empati dari ekspresi, dan memetakan sebab-akibat dari situasi yang digambarkan.

Banyak ahli menafsirkan bahwa membaca adalah bagaimana cara melafalkan kata dan memaknainya dalam konteks interaksi sosial. Membaca memang dimulai dari kemampuan melafalkan kata (dekode), tapi proses ini tidak berhenti pada bunyi. Setiap kata membawa muatan nilai sosial. Misalnya, kata “padi” bagi masyarakat agraris. Padi bukan sekadar nama tanaman, tapi bisa juga menjadi simbol kesejahteraan, kerja keras, dan keterikatan pada tanah.

Ketika membaca sudah dipandang sebagai kebutuhan untuk memahami realitas sosial, maka setiap kata dan visual yang diserap akan berubah menjadi fondasi karakter yang kokoh. Dengan menanamkan cara pandang sejak dini, Anda tidak hanya sedang mengajarkan anak untuk pintar mengeja. Anda juga mempersiapkan generasi yang mampu berpikir kritis dan berempati terhadap dunia di sekelilingnya.

Tahap Membaca Berdasarkan Jenjang Usia

Buku ini tidak sebatas mengajarkan bagaimana cara menanamkan mindset membaca sejak usia dini. Tetapi juga, memberikan panduan bagaimana cara memilihkan bacaan berdasarkan jenjang usia. Hal ini menjadi krusial karena setiap fase pertumbuhan anak membutuhkan pendekatan literasi yang berbeda, baik dari segi kompleksitas bahasa maupun kedalaman pesan yang disampaikan.

Penulis buku membagi jenjang usia baca tersebut menjadi lima tahap. Ia membaginya berdasarkan apa yang dikemukakan oleh para pakar bahasa. Antara lain yaitu tahap prereading, initial reading, reading to learn, multiple view points, dan constructions and reconstructions. Semua tahapan yang disebutkan memiliki peranannya masing-masing.

Tahap prereading dan initial reading menjadi fondasi awal di mana anak mulai mengenal bunyi dan bentuk huruf melalui interaksi visual yang intens. Berlanjut ke tahap reading to learn, fokus anak bergeser dari sekadar cara membaca menjadi membaca untuk menyerap informasi baru, sebuah transisi penting yang membuka gerbang pengetahuan seluas-luasnya.

Pada jenjang yang lebih tinggi, yaitu multiple viewpoints dan constructions and reconstructions, anak mulai diajak untuk berpikir dialektis. Mereka tidak lagi menerima teks secara tunggal, melainkan belajar membandingkan berbagai perspektif dan menyusun kembali pemahaman mereka sendiri secara mandiri. Pembagian ini menegaskan bahwa literasi adalah sebuah perjalanan evolusi mental. Setiap tahapannya adalah jembatan yang mempersiapkan anak untuk tidak hanya menjadi pembaca yang lancar, tetapi juga pemikir yang kritis, analitis, dan mampu merespons dinamika sosial dengan bijak.

Membaca yang Menyenangkan!

Rasa bosan bisa saja hinggap sewaktu-waktu bagi pembaca pemula, apalagi ketika merasa terlalu banyak teks yang dijejalkan di dalam kepala mereka. Penulis dari buku ini juga menyibak praktik, bagaimana aktivitas membaca bisa menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Misalnya dengan cara, membacakan nyaring sebuah buku dengan intonasi yang ekspresif atau menghubungkan alur cerita dengan fenomena sehari-hari. Hal ini terbukti efektif dalam menjaga fokus dan antusiasme bagi pembaca pemula.

Tidak hanya membaca nyaring, penulis juga memaparkan teknik-teknik lainnya seperti silent reading, mengenali fungsi-fungsi tanda baca, dan membuat permainan yang dapat terus merangsang pembaca pemula untuk terus tertarik membaca. Dengan mengubah proses belajar menjadi pengalaman yang interaktif dan penuh eksplorasi, buku ini berhasil membuktikan bahwa membangun kemandirian membaca adalah soal kreativitas dalam menyajikan teks. Pada akhirnya, kombinasi antara teknik teknis dan metode yang menyenangkan ini akan membentuk kebiasaan membaca yang organik, di mana rasa ingin tahu menjadi mesin penggerak utama bagi anak untuk terus membalik halaman demi halaman tanpa merasa tertekan.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mendalami tentang seni menanamkan literasi dengan cara yang lebih manusiawi dan kontekstual. Buku Petualangan Membaca: Teknik Dasar untuk Pembaca Pemula karya Carolina Sasabone dan Areni Yuliwati Supriyono adalah panduan yang sangat berharga. Mari mulai membangun jembatan antara imajinasi anak dan realitas dunia melalui panduan praktis yang ditawarkan di dalamnya. Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki buku ini dan jadikan setiap sesi membaca sebagai momen penuh makna yang akan membekali mereka seumur hidup!

 *Radit Bayu Anggoro, konon dikenal sebagai akademisi, pegiat seni, dan penulis asal Jawa Tengah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan literasi, kebudayaan, serta komunitas kreatif. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayo pesan sekarang!