Pagi Terakhir di Mahakam
Rp67.000 Rp53.000
Elia Margaret, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai Head of Program di sebuah lembaga CSR. Ia melakukan perjalanan jauh dari Balikpapan menuju hulu Sungai Mahakam, tepatnya ke daerah Ujuh Bilang. Misinya dalam perjalanan jauh tersebut adalah melakukan penelitian lapangan terkait data pekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit bernama PT Cahaya Sawit Adil Sejahtera. Dalam perjalanan menggunakan kapal kayu menyusuri sungai, ia bertemu dengan Jundi, seorang sopir truk sawit yang memberikan peringatan awal tentang bahaya dan sisi gelap perusahaan tempat mereka akan bekerja.
Setibanya di Ujuh Bilang, Elia menginap di rumah Ibu Danum, istri dari kepala kampung setempat. Namun, kedamaian yang diharapkan lekas terusik saat ia mulai mengungkap kenyataan pahit di balik rimbunnya hutan sawit. Elia menemukan praktik-praktik tidak manusiawi yang menimpa para buruh perempuan. Mulai dari penahanan identitas, upah yang tidak layak hingga pengabaian hak kesehatan reproduksi, dan cuti hamil.
Kisah ini menggambarkan perjuangan seorang perempuan yang terjebak dalam pusaran kekuasaan, eksploitasi lingkungan, dan luka kemanusiaan di sepanjang aliran Sungai Mahakam.
Pagi Terakhir di Mahakam
Rp67.000 Rp53.000
Elia Margaret, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai Head of Program di sebuah lembaga CSR. Ia melakukan perjalanan jauh dari Balikpapan menuju hulu Sungai Mahakam, tepatnya ke daerah Ujuh Bilang. Misinya dalam perjalanan jauh tersebut adalah melakukan penelitian lapangan terkait data pekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit bernama PT Cahaya Sawit Adil Sejahtera. Dalam perjalanan menggunakan kapal kayu menyusuri sungai, ia bertemu dengan Jundi, seorang sopir truk sawit yang memberikan peringatan awal tentang bahaya dan sisi gelap perusahaan tempat mereka akan bekerja.
Setibanya di Ujuh Bilang, Elia menginap di rumah Ibu Danum, istri dari kepala kampung setempat. Namun, kedamaian yang diharapkan lekas terusik saat ia mulai mengungkap kenyataan pahit di balik rimbunnya hutan sawit. Elia menemukan praktik-praktik tidak manusiawi yang menimpa para buruh perempuan. Mulai dari penahanan identitas, upah yang tidak layak hingga pengabaian hak kesehatan reproduksi, dan cuti hamil.
Kisah ini menggambarkan perjuangan seorang perempuan yang terjebak dalam pusaran kekuasaan, eksploitasi lingkungan, dan luka kemanusiaan di sepanjang aliran Sungai Mahakam.
- Detail Buku
- Tentang Penulis
- Review Buku
- Testimoni
Penulis Fathul Khair Tabri
Penerjemah -
Dimensi12,5 x 18 cm
Tebal114
CetakanCetakan pertama, 2026
ISBN/QRCBN-
FinishingSoft Cover
Stok Tersedia
Data penulis belum ditambahkan. Silakan hubungkan kontributor pada produk ini.
Review Pembaca (0)
Belum ada review
Testimoni Pembeli (0)
Belum ada testimoni


