Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Gadis Remaja

Rp45.000

Cerita ini membawa Ozamu Dazai ke gelanggang pengarang elit Jepang modern. Bercerita tentang siswi sekolahan yang menjalani hari-harinya sebagai remaja pada umumnya. Pada awal karier kepengarangannya, cerita atau novel ini begitu dikenal lantaran penggunaan ironi sepanjang bergulirnya cerita terasa demikian lentur serta lentik dengan karakter yang khas siswi sekolah. Ironi ini pula yang pada akhirnya menjadi penggerak utama karya-karya Dazai berikutnya. Di kemudian hari, selain kelakuan dekadennya, Dazai terkenal sebagai salah satu penulis terbaik Jepang pada abad dua puluh.

 

 

Gadis Remaja

Rp45.000

Cerita ini membawa Ozamu Dazai ke gelanggang pengarang elit Jepang modern. Bercerita tentang siswi sekolahan yang menjalani hari-harinya sebagai remaja pada umumnya. Pada awal karier kepengarangannya, cerita atau novel ini begitu dikenal lantaran penggunaan ironi sepanjang bergulirnya cerita terasa demikian lentur serta lentik dengan karakter yang khas siswi sekolah. Ironi ini pula yang pada akhirnya menjadi penggerak utama karya-karya Dazai berikutnya. Di kemudian hari, selain kelakuan dekadennya, Dazai terkenal sebagai salah satu penulis terbaik Jepang pada abad dua puluh.

 

 

  • Detail Buku
  • Tentang Penulis
  • Review Buku
  • Testimoni

Penulis Osamu Dazai

Penerjemah Bagus Dwi Hananto

Dimensi11x17cm

Tebalx + 84 halaman

Cetakan2021

ISBN/QRCBN978-623-7258-92-6

Finishingsoft cover

Stok 12 pcs

Osamu Dazai

Lahir di Prefektur Aomori pada 1909 dan meninggal di Mitaka, Tokyo di usia 38 tahun, merupakan salah satu penulis penting Showa. Bernama asli Tsushima Shji, dia dilahirkan dari keluarga kaya raya. Bakat Osamu Dazai mulai diakui orang-orang dalam lingkaran sastra setelah karyanya berjudul Gyakkō yang terbit pada 1933 membuatnya dinominasikan sebagai penerima Penghargaan Akutagawa pada 1935. Setelah itu bermunculan karya-karyanya yang lain. Di antaranya yang terkenal seperti Hashire Merosu, Shayō, dan Ningen Shikkaku. Fiksi Osamu Dazai liris dengan kandungan ironi, humor gelap, dan pembabaran kesedihan secara dingin dan destruktif. Bersama Ango Sakaguchi serta Jun Ishikawa, dia dikenal sebagai penulis dekaden angkatan gesaku baru dan buraiha. Dia senantiasa terobsesi pada bunuh diri. Semenjak duduk di bangku kuliah, berulang kali dia mencoba bunuh diri dengan mengajak para wanita yang dekat dengannya. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya dia berhasil meregang nyawa pada 1948 bersama selingkuhannya, Tomie Yamazaki, usai melakukan jusui (membenamkan diri) ke Sungai Tama

Review Pembaca (0)

Belum ada review

Testimoni Pembeli (0)

Belum ada testimoni

Buku Terkait
Ayo pesan sekarang!