Bagaimana Madelijn Mempertahankan Redoute Hollandia
Rp65.000
Ketika tentara Mataram menyerang benteng Redoute Hollandia, Hans Madelijn pasrah dan lebih memilih buang hajat daripada minta ampun pada Tuhan. Di saat itulah Sersan Hans Madelijn mendapatkan ide gila. Sebuah usaha terakhir untuk mempertahankan benteng Redoute Hollandia.
***
Cerita-cerita dalam buku ini membeberkan berbagai kejadian sejarah dan legenda yang bukannya memberikan petuah, tapi lebih pantas ditertawakan dan juga disumpahi. Gadis mistis yang mengeluarkan emas dan panci dari duburnya, raja yang membangun proyek-proyek terbengkalai, prajurit yang lupa menutup gerbang kecil, ataupun jenderal perang yang menjadikan monyet sebagai senjata.
Bagaimana Madelijn Mempertahankan Redoute Hollandia
Rp65.000
Ketika tentara Mataram menyerang benteng Redoute Hollandia, Hans Madelijn pasrah dan lebih memilih buang hajat daripada minta ampun pada Tuhan. Di saat itulah Sersan Hans Madelijn mendapatkan ide gila. Sebuah usaha terakhir untuk mempertahankan benteng Redoute Hollandia.
***
Cerita-cerita dalam buku ini membeberkan berbagai kejadian sejarah dan legenda yang bukannya memberikan petuah, tapi lebih pantas ditertawakan dan juga disumpahi. Gadis mistis yang mengeluarkan emas dan panci dari duburnya, raja yang membangun proyek-proyek terbengkalai, prajurit yang lupa menutup gerbang kecil, ataupun jenderal perang yang menjadikan monyet sebagai senjata.
- Detail Buku
- Tentang Penulis
- Review Buku
- Testimoni
Penulis Miguel Angelo Jonathan
Penerjemah -
Dimensi12,5 x 18,5 cm
Tebalviii + 130 halaman
Cetakancetakan pertama, 2020
ISBN/QRCBN978-623-7258-59-9
Finishingsoft cover
Stok 8 pcs
Miguel Angelo Jonathan
Lahir di Jakarta, memiliki minat pada sejarah. Menulis cerpen dan esai, serta mengedit naskah. Berjualan buku kecil-kecilan di Toko Buku Rusa Merah. Saat ini sedang berusaha menyelesaikan urusan perkuliahan agar bisa lebih nyaman mengurus dunia perbukuan. Novel pertamanya berjudul Si Pembunuh Elemen (2019).
Review Pembaca (0)
Belum ada review
Testimoni Pembeli (0)
Belum ada testimoni




