Sebuah Rumah di Bawah Menara
Rp60.000 Rp54.000
Sehimpun cerita ini tidak bermaksud merilis tokoh-tokoh “aneh” yang datang dari dunia asing—yang tidak mudah dipahami. Mereka ada dan hidup bersama udara yang kita hirup. Bisa saja mereka adalah keluarga, tetangga, kekasih, kenalan lama. Atau dalam bentuk keberjarakan yang lain—baik fisik maupun psikologis—mereka tampak sebagai sosok (orang) yang kebetulan melintas di jalan; orang-orang yang hidup, berjuang dan rapuh dalam dunia yang pernah kita kenali lewat media massa—cetak maupun elektronik
*
Buku sehimpun cerita yang ditulis oleh Tjak S Parlan ini merupakan seri kumpulan cerita favorit Rua Aksara yang berisi 16 cerita pendek.
Sebuah Rumah di Bawah Menara
Rp60.000 Rp54.000
Sehimpun cerita ini tidak bermaksud merilis tokoh-tokoh “aneh” yang datang dari dunia asing—yang tidak mudah dipahami. Mereka ada dan hidup bersama udara yang kita hirup. Bisa saja mereka adalah keluarga, tetangga, kekasih, kenalan lama. Atau dalam bentuk keberjarakan yang lain—baik fisik maupun psikologis—mereka tampak sebagai sosok (orang) yang kebetulan melintas di jalan; orang-orang yang hidup, berjuang dan rapuh dalam dunia yang pernah kita kenali lewat media massa—cetak maupun elektronik
*
Buku sehimpun cerita yang ditulis oleh Tjak S Parlan ini merupakan seri kumpulan cerita favorit Rua Aksara yang berisi 16 cerita pendek.
- Detail Buku
- Tentang Penulis
- Review Buku
- Testimoni
Penulis Tjak S. Parlan
Penerjemah -
Dimensi12,5 x 18,5 cm
Tebalviii + 160 halaman
Cetakan2020
ISBN/QRCBN978-623-7258-58-2
Finishingsoft cover
Stok 16 pcs
Tjak S. Parlan
Lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Sajak-sajaknya telah dimuat di berbagai media massa—baik media cetak maupun media daring, juga termaktub dalam sejumlah antologi bersama. Ia juga menulis cerita pendek, esai, resensi, sejumlah feature perjalanan, dan novel. Sejumlah bukunya telah terbit, antara lain Berlabuh di Bumi Sikerei (2019—Feature Perjalanan). Sebuah Rumah di Bawah Menara (Rua Aksara, 2020—Kumpulan Cerita Pendek. Selain menulis, ia menekuni perwajahan (desain) buku dan media cetak (koran, majalah, bulletin, jurnal, zine). Saat ini mukim di Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Buku berjudul Cinta Tak Pernah Fanatik adalah buku puisi perdananya. Buku puisi ini pernah mendapat penghargaan Nominasi 10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2021.
Review Pembaca (0)
Belum ada review
Testimoni Pembeli (0)
Belum ada testimoni
Buku Terkait
-
Pesan via Whatsapp
Kita Susah Tidur sejak Dilahirkan
Rp67.000 -
Pesan via Whatsapp
Seekor Ikan Mencintai Kucing
Rp65.000 -
Pesan via Whatsapp
Filosofi Perempuan dan Makna Bom
Rp60.000Rp54.000 -
Pesan via Whatsapp
Ludah Nabi di Lidah Syekh Raba
Rp60.000Rp53.000




