Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Mengapa Menjadi Penerjemah Bisa Membantu Menulis Fiksi yang Lebih Baik?
1,080 kata • 5 menit baca

🎧 Dengarkan artikel ini:

menjadi penerjemah membantu menulis fiksi

KEINGINAN untuk menulis fiksi yang lebih baik sering membawa penulis ke berbagai cara belajar seperti membaca banyak buku, mengikuti workshop, atau menulis setiap hari. Namun, ada satu jalur yang jarang disadari memiliki dampak besar terhadap kemampuan menulis, yaitu menjadi penerjemah. Menjadi penerjemah membantu menulis fiksi yang lebih baik bukanlah omong kosong belaka. Terdapat sejumlah alasan yang dapat dikuatkan.

Aktivitas menerjemahkan bukan sekadar memindahkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Ada proses memahami cerita secara mendalam, menyelami struktur bahasa, serta menghidupkan kembali sebuah karya dalam bentuk baru.

Di berbagai negara, cukup banyak penulis fiksi yang juga bekerja sebagai penerjemah. Selain membantu menjaga stabilitas finansial di tengah sulitnya mencari nafkah dari menulis novel atau cerpen, pekerjaan ini memberikan latihan yang sangat berharga bagi kemampuan bercerita. Dengan kata lain, bagi siapa pun yang ingin menulis fiksi yang lebih baik, dunia penerjemahan bisa menjadi sekolah sastra yang sangat efektif.

Penulis Fiksi yang Juga Penerjemah

Fenomena penulis yang sekaligus menjadi penerjemah dapat ditemukan di banyak negara. Di Denmark misalnya, sejumlah nama seperti Pia Juul, Harald Voetmann, Olga Ravn, dan Simon Fruelund aktif menerjemahkan karya sastra sembari membangun karier menulis mereka sendiri.

Hal yang sama juga terjadi di Amerika Latin. Penulis Brasil Paulo Henriques Britto dan penulis Argentina Federico Falco juga menjalani dua peran sekaligus berupa menciptakan karya fiksi sekaligus menghadirkan karya penulis lain kepada pembaca dalam bahasa baru.

Contoh yang cukup terkenal adalah Jhumpa Lahiri. Setelah dikenal luas sebagai novelis berbahasa Inggris, ia pindah ke Italia dan mulai menulis serta menerjemahkan karya dari bahasa Italia. Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana penerjemahan dapat membuka dimensi baru dalam kreativitas seorang penulis.

Realitas Profesi Penulis dan Penerjemah

Menulis karya sastra jarang memberikan penghasilan stabil. Banyak penulis harus mencari pekerjaan tambahan untuk bertahan hidup. Bagi sebagian orang, menerjemahkan menjadi pilihan yang masuk akal karena masih berada dalam dunia yang sama yaitu bahasa dan cerita.

Di beberapa negara, penulis sering bekerja di universitas atau mengajar menulis kreatif. Sementara itu, penerjemah independen biasanya hidup dalam sistem ekonomi proyek atau gig economy. Mereka mengerjakan satu buku, lalu harus segera mencari proyek berikutnya agar penghasilan tidak berhenti.

Situasi ini semakin menantang di era teknologi modern. Munculnya alat terjemahan otomatis dan AI generatif membuat sebagian penerjemah merasa pekerjaan mereka semakin terancam. Meski begitu, dalam ranah sastra—terutama karya yang membutuhkan nuansa bahasa dan gaya penulisan—peran manusia tetap sulit tergantikan.

Tantangan Menjadi Penulis Sekaligus Penerjemah

Banyak penulis yang mencoba menjalani dua peran tersebut harus menghadapi tantangan terbesar yaitu waktu. Ada yang menulis fiksi pada pagi buta sebelum memulai pekerjaan menerjemahkan. Sebagian lainnya, mencuri waktu di sela pekerjaan penuh waktu mereka. Jadwal semacam ini sering kali melelahkan, tetapi bagi banyak penulis, usaha tersebut merupakan bagian dari perjalanan kreatif.

Namun di balik kesulitan itu, proses penerjemahan memberi pengalaman yang sangat berharga. Saat menerjemahkan sebuah novel, seorang penerjemah harus membaca setiap kalimat dengan perhatian ekstrem. Mereka memeriksa ritme kalimat, struktur narasi, pilihan kata, hingga makna tersembunyi di balik dialog. Hal inilah yang membuat penerjemahan menjadi latihan menulis yang sangat intens.

Mengapa Menjadi Penerjemah Membantu Menulis Fiksi yang Lebih Baik?

Alasan utama mengapa menjadi penerjemah membantu menulis fiksi yang lebih baik terletak pada kedalaman prosesnya. Membaca sebuah novel tentu penting bagi penulis, tetapi menerjemahkannya berarti memasuki cerita hingga tingkat yang jauh lebih detail.

Berikut berapa manfaat mengapa menjadi penerjemah membantu menulis fiksi yang lebih baik, di antaranya:

  1. Membaca dengan Ketelitian Ekstrem
    Penerjemah tidak hanya membaca cerita, tetapi juga memeriksa setiap kata, struktur kalimat, dan nuansa emosi. Hal ini melatih kemampuan analisis terhadap karya sastra.

  2. Memahami Struktur Cerita
    Dengan memecah dan menyusun ulang kalimat dalam bahasa baru, penerjemah melihat dengan jelas bagaimana sebuah cerita dibangun. Mulai dari ritme narasi hingga pengembangan karakter.

  3. Menghemat Kata
    Banyak penerjemah belajar bagaimana memilih kata yang paling efektif untuk menyampaikan makna tanpa membuat kalimat menjadi berat.

  4. Mengenal Berbagai Gaya Penulisan
    Menerjemahkan karya dari penulis berbeda berarti berlatih memahami berbagai suara naratif dan teknik bercerita. Seorang penerjemah pernah menyebut bahwa penerjemahan adalah bentuk membaca yang paling dekat dan paling aktif. Pernyataan ini menjelaskan mengapa banyak penulis merasa kemampuan menulis mereka berkembang melalui pekerjaan tersebut.

Gelombang Penulis Baru dari Dunia Penerjemahan

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak muncul novelis yang berasal dari latar belakang penerjemahan. Salah satunya adalah Jenny Croft, penerjemah karya Olga Tokarczuk yang kemudian menulis novel The Extinction of Irena Rey.

Ada pula Idra Novey yang dikenal lewat karya Ways to Disappear dan Take What You Need. Pengalamannya menerjemahkan karya penulis Brasil seperti Clarice Lispector memengaruhi cara ia membangun karakter dan dialog dalam novel.

Nama lain yang menarik perhatian adalah Bruna Dantas Lobato, penerjemah pemenang penghargaan yang kemudian menulis novel Blue Light Hours. Kemunculan para penulis ini menunjukkan bahwa penerjemahan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan ruang kreatif yang dapat melahirkan karya sastra baru.

Bahasa Baru, Perspektif Baru

Pengalaman bekerja dengan bahasa lain memberikan keuntungan unik bagi penulis. Mereka belajar melihat dunia melalui perspektif budaya berbeda. Hal ini memperkaya cara mereka membangun karakter, dialog, dan suasana dalam cerita.

Beberapa penulis bahkan menulis dialog dengan bahasa asli karakter terlebih dahulu sebelum menerjemahkannya ke bahasa narasi. Cara ini membantu menjaga keaslian ritme percakapan dan nuansa budaya yang terkandung di dalamnya. Proses tersebut membuka kemungkinan kreatif yang mungkin tidak dimiliki penulis yang hanya bekerja dalam satu bahasa.

Penerjemahan sebagai “Kotak Alat” Penulis

Bagi banyak penulis-penerjemah, pekerjaan menerjemahkan ibarat memiliki kotak alat tambahan dalam proses kreatif. Mereka terbiasa bekerja dengan berbagai gaya narasi—orang pertama, orang ketiga, monolog batin, hingga dialog kompleks.

Semakin banyak karya yang diterjemahkan, semakin luas pula pemahaman mereka tentang teknik menulis. Hal ini sering membuat mereka lebih percaya diri ketika mulai menulis karya sendiri. Alih-alih merasa terintimidasi oleh berbagai bentuk cerita, mereka justru merasa bebas bereksperimen dengan suara dan struktur narasi.

Jalan Alternatif untuk Penulis Fiksi

Menjadi penerjemah tentu bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan kemampuan menulis. Namun bagi banyak penulis, pengalaman tersebut memberikan latihan yang sulit digantikan oleh metode lain. Penerjemahan memaksa seseorang untuk membaca dengan sangat teliti, memahami struktur cerita secara mendalam, dan berlatih menggunakan bahasa dengan presisi tinggi.

Oleh karena itu, bagi siapa pun yang ingin menulis fiksi yang lebih baik. Dunia penerjemahan dapat menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Sebuah tempat di mana bahasa, cerita, dan kreativitas bertemu dalam bentuk yang paling intens.

Menjadi penerjemah membuka cara baru dalam memahami cerita, bukan hanya sebagai pembaca, melainkan sebagai pengolah bahasa yang ikut membangun ulang makna. Pengalaman ini dapat memperkaya kepekaan terhadap struktur, ritme, dan pilihan kata yang kemudian berpengaruh langsung pada kualitas tulisan fiksi. Bagi penulis yang ingin berkembang, penerjemahan dapat menjadi proses belajar yang terus melatih ketelitian sekaligus memperluas cara bercerita.

Pemeriksa aksara: Radit Bayu A.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayo pesan sekarang!