Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Sajak Dalam Lipatan Ingatan

Rp60.000

Agaknya puisi hari hari ini masih menjadi salah satu pilihan saluran yang cocok untuk mengabadikan perasaan, keresahan, gagasan juga yang paling banyak; kenangan. Tidak banyak yang memilih menulis puisi sebagai bentuk pelarian personal dari rungsingnya kehidupan yang seringkali kering dan dangkal. Hari ini banyak yang memilih untuk mengumpat, mengutuk, menggugat atau bahkan mengancam untuk ini itu menanggapi berbagai persoalan kehidupan yang makin susah ditebak arah kebenarannya. Hari ini bisa jadi benar besok ternyata benar sudah bergeser bahkan berbalik dari titik semestinya. Hidup serupa citraan-citraan dari nyala lampu yang ditembakkan ke langit. Semakin jauh pendarnya yang terang semakin pudar. Begitulah.

Untuk itu, Dyahmega seperti mengukuhi keyakinan yang lain atau bahkan ia sudah menjelma batu di tengah arus deras kehidupan yang harus ini harus itu. Sekian tahun ia masih saja bersetia menulis puisi dalam hidupnya. Masih meneropong gelagat hidup dari biliknya yang paling dalam dan paling hening dan kemudian menumpaskannya dalam deretan puisi yang tidak hanya mencoba menangkap tetapi juga kadang membanting dan menghempaskannya ke dinding dinding dingin kehidupan. Perasaan-perasaan yang personal ia jabarkan dan sebarkan hampir di semua puisi-puisinya. Perihal jarak, juga sesekali menjadi alasannya untuk menuliskan kegamangan hidup yang tak henti-hentinya bertanya dan dipertanyakan, digugat dan menggugat, atau dilupakan dan melupakan.

Ya, Dyahmega sepertinya tidak capek juga untuk mengukur jarak, lintasan atau sekedar membuih doa di antara puisi-puisinya. Terselip harapan-harapan dalam puisinya tapi toh hal itu barangkali sangat manusiawi, bukan? Layaknya pengakuan dalam sajak Surat Penutup mencintaimu adalah sunyi yang kupilih sendiri, begitulah adanya puisi-puisi Dyahmega ini. Ia mencintai puisi sebab baginya puisi adalah jalan sunyi dan yang paling pribadi yang dipilihnya sendiri.

Nah…

Sajak Dalam Lipatan Ingatan

Rp60.000

Agaknya puisi hari hari ini masih menjadi salah satu pilihan saluran yang cocok untuk mengabadikan perasaan, keresahan, gagasan juga yang paling banyak; kenangan. Tidak banyak yang memilih menulis puisi sebagai bentuk pelarian personal dari rungsingnya kehidupan yang seringkali kering dan dangkal. Hari ini banyak yang memilih untuk mengumpat, mengutuk, menggugat atau bahkan mengancam untuk ini itu menanggapi berbagai persoalan kehidupan yang makin susah ditebak arah kebenarannya. Hari ini bisa jadi benar besok ternyata benar sudah bergeser bahkan berbalik dari titik semestinya. Hidup serupa citraan-citraan dari nyala lampu yang ditembakkan ke langit. Semakin jauh pendarnya yang terang semakin pudar. Begitulah.

Untuk itu, Dyahmega seperti mengukuhi keyakinan yang lain atau bahkan ia sudah menjelma batu di tengah arus deras kehidupan yang harus ini harus itu. Sekian tahun ia masih saja bersetia menulis puisi dalam hidupnya. Masih meneropong gelagat hidup dari biliknya yang paling dalam dan paling hening dan kemudian menumpaskannya dalam deretan puisi yang tidak hanya mencoba menangkap tetapi juga kadang membanting dan menghempaskannya ke dinding dinding dingin kehidupan. Perasaan-perasaan yang personal ia jabarkan dan sebarkan hampir di semua puisi-puisinya. Perihal jarak, juga sesekali menjadi alasannya untuk menuliskan kegamangan hidup yang tak henti-hentinya bertanya dan dipertanyakan, digugat dan menggugat, atau dilupakan dan melupakan.

Ya, Dyahmega sepertinya tidak capek juga untuk mengukur jarak, lintasan atau sekedar membuih doa di antara puisi-puisinya. Terselip harapan-harapan dalam puisinya tapi toh hal itu barangkali sangat manusiawi, bukan? Layaknya pengakuan dalam sajak Surat Penutup mencintaimu adalah sunyi yang kupilih sendiri, begitulah adanya puisi-puisi Dyahmega ini. Ia mencintai puisi sebab baginya puisi adalah jalan sunyi dan yang paling pribadi yang dipilihnya sendiri.

Nah…

  • Detail Buku
  • Tentang Penulis
  • Review Buku
  • Testimoni

Penulis Dyahmega

Penerjemah -

Dimensi-

Tebal-

Cetakan-

ISBN/QRCBN-

Finishing-

Stok Tersedia

Data penulis belum ditambahkan. Silakan hubungkan kontributor pada produk ini.

Review Pembaca (0)

Belum ada review

Testimoni Pembeli (0)

Belum ada testimoni

Buku Terkait
Ayo pesan sekarang!