Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Memahami Metode Mengajar dalam Buku Model-Model Pembelajaran untuk Implementasi Kurikulum Merdeka
879 kata • 4 menit baca

🎧 Dengarkan artikel ini:

Ditulis oleh Linggar Putri*

Judul: Model-Model Pembelajaran untuk Implementasi Kurikulum Merdeka
Penulis : Dr. Wirawan Fadly, M.Pd.
Penerbit : Bening Pustaka
Ukuran: 14 x 21cm
Tebal: 210 halaman
Cetakan Pertama: Desember 2022
ISBN : 978-623-435-074-6
Harga : Rp87.000
===============================================================

Latar Belakang Penulisan

Di era ini, banyak terjadi perubahan-perubahan di bidang pendidikan yang memengaruhi terlaksananya kurikulum baru, seperti Kurikulum Merdeka. Bisa dilihat, masih banyak terjadi adaptasi dalam pelaksanaannya. Karena itu, Dr. Wirawan Fadly membuat sebuah buku panduan untuk membantu para pengajar dalam menyesuaikan cara mengajar. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk belajar sesuai minat, bakat, serta melihat kecepatan belajar tiap anak. Salah satu tonggak utama kurikulum ini adalah memfasilitasi perbedaan setiap siswa. Sehingga, melalui buku metode pembelajaran ini akan didapat berbagai pilihan strategi pedagogis yang memungkinkan guru untuk melakukan variasi konten, proses, maupun produk secara lebih terstruktur.

Buku terbitan tahun 2022 karya Dr. Wiryawan Fadly ini bukan sekadar kumpulan teori, di dalamnya terdapat pula langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan oleh tenaga pendidik untuk mendapatkan berbagai cara mengajar siswa sekolah. Kedalaman buku ini terlihat dari cara Dr. Wirawan Fadly menyusun setiap model pembelajaran melalui enam komponen penting yang saling berkaitan. Penulis mengawalinya dengan landasan teoritis sebagai dasar yang kemudian dihubungkan ke dalam sintaks atau langkah-langkah pelaksanaan.

Unsur-Unsur dalam Buku Model-Model Pembelajaran untuk Implementasi Kurikulum Merdeka

Selanjutnya, pembaca dipandu untuk memahami sistem sosial dan prinsip reaksi guna mengatur dinamika serta pola interaksi di kelas. Tak lupa, penulis juga menyertakan sistem pendukung yang diperlukan serta analisis mengenai dampak instruksional maupun dampak pengiring yang mungkin muncul. Pendekatan terstruktur ini memudahkan pendidik untuk tidak hanya sekadar meniru metode, tetapi juga memahami proses di balik setiap aktivitas pembelajaran. Teori yang digunakan sebagai dasar buku ini bermacam-macam, seperti teori konstruktivisme Piaget yang menegaskan bahwa pengetahuan paling baik diperoleh melalui proses tindakan, refleksi, dan konstruksi. Piaget berfokus pada interaksi pengalaman dan ide dalam penciptaan pengetahuan baru. Penulis cukup menyadari bahwa teori ini relevan dengan ekspektasi Kurikulum Merdeka yang mengedepankan kemandirian siswa melalui cara berpikir kritis dan menjadi individu yang aktif.

Selain itu, di dalamnya terdapat tabel-tabel yang berisi arahan apa saja yang perlu dilakukan oleh guru dan juga hal yang perlu dilakukan oleh siswa selama di kelas. Hal ini memberikan kejelasan prosedur yang sangat dibutuhkan oleh para pendidik untuk meminimalisir kebingungan saat berada di lapangan. Melalui penggambaran tabel tersebut, pembaca dapat melihat keterkaitan yang jelas antara instruksi guru dan respons siswa dalam setiap tahapan (sintaks) model pembelajaran. Kehadiran panduan praktis ini mengubah teori menjadi langkah-langkah konkret, sehingga guru dapat fokus pada pengamatan dan pengembangan potensi unik setiap individu di kelas.

Membedah Berbagai Sisi Buku

Kelebihan buku karya Dr. Wirawan Fadly ini terdapat pada adanya aspek yang membuat isinya aplikatif, yaitu dengan menyampaikan sisi positif dan negatif dari sebuah metode pendidikan. Hal ini memungkinkan para pendidik untuk melakukan pengelompokan kebutuhan yang lebih akurat, sehingga mereka dapat menyaring dan mengadopsi model pembelajaran yang paling relevan.

Kemudian, penulis juga memasukkan karakteristik setiap metode dengan cukup ringkas, tanpa menggunakan kalimat yang bertele-tele. Misalnya, pada bab metode M2CL yang berciri khas agar murid bisa fokus pada hasil yang tepat, berbeda dengan metode reciprocal learning pada bab sebelumnya yang menuntut murid untuk memperkirakan konsep yang akan didiskusikan. Penyajian kontras karakteristik ini cukup berfungsi, karena memberikan berbagai pilihan bagi guru untuk menentukan penguatan apa yang lebih dibutuhkan pada suatu kelas.

Bahasa yang digunakan pun masih cukup mudah untuk dipahami oleh kalangan awam. Meskipun buku ini berkaitan dengan pendidikan, bahasa yang digunakan tidak berat dan istilah-istilah teknis atau ilmiah di dalamnya pun diikuti oleh penjelasan singkat. Kelihatannya penulis paham bahwa dalam memberikan ilmu, penyampaian yang sederhana jauh lebih diperlukan daripada menggunakan bahasa tingkat tinggi yang tak seorang pun paham.

Namun, di balik itu, buku ini memiliki kekurangan pada beberapa bab yang mungkin terasa repetitif (pengulangan) pada bagian teori dasar pendidikan, seperti “Metode ini berasal dari teori xxx”. Hal tersebut memang penting untuk disampaikan, tetapi tampaknya akan lebih baik jika menggunakan kalimat yang lebih bervariasi.

Ditambah, masih terdapat banyak kesalahan penulisan yang rasanya cukup mengganggu. Sebenarnya cukup ironis, sebuah buku yang mengemban misi untuk membenahi metode pengajaran siswa justru gagal menunjukkan standar ketelitian dasar dalam penyajian teksnya. Seharusnya, sebagai referensi bagi pengajar, buku ini mampu menjadi teladan dalam hal literasi. Namun, kekeliruan yang berulang tersebut justru menciptakan kesan bahwa proses kontrol kualitas atau penyuntingan dilakukan secara tergesa-gesa.

Selain itu, pada setiap bab belum dijabarkan pada mata pelajaran apa metode ini paling baik diterapkan, karena setiap mata pelajaran memiliki karakter yang berbeda. Misalnya, metode diskursif mungkin akan sangat efektif pada mata pelajaran rumpun sosial atau humaniora, namun memerlukan modifikasi besar jika ingin diterapkan pada mata pelajaran eksakta yang bersifat prosedural. Tanpa penjelasan ini, pembaca dibiarkan menebak-nebak efektivitasnya pada mata pelajaran tertentu.

Sisi Kelayakan

Buku Model-Model Pembelajaran untuk Implementasi Kurikulum Merdeka ini layak untuk dibaca bagi mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan, baik sebagai praktisi, mahasiswa pendidikan, akademisi, maupun pengambil kebijakan, yang ingin memahami makna sekaligus teknis pelaksanaan Merdeka Belajar. Namun, khalayak umum pun tetap bisa membaca karya ini karena penyampaiannya yang ringan dan bisa membantu mengatasi rasa ingin tahu tentang metode dalam bidang pendidikan. Dengan membaca buku ini, diharapkan para calon pengajar bisa lebih percaya diri dalam berkecimpung dunia pendidikan yang kelak akan menjadi bekal ilmu bagi siswa di generasi emas.


*Linggar Putri Pambajeng, mahasiswi Sastra Inggris di Universitas Jenderal Soedirman. Di sela kesibukan kuliah, ia suka mendalami bacaan-bacaan fiksi, baik buku lokal maupun terjemahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayo pesan sekarang!