Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)
Spread the love

Polemik Sunat Perempuan Dalam Tradisi Gorontalo Suatu Kajian Multiperspektif

Rp80.000

Secara etimologi, sunat dalam bahasa Arab disebut al-Khitan, diambil dari kata dasar khatana. Ibn Manzur dalam kamus Lisan al-arab mengartikan kata khitan sebagai pemotongan bagian quluf untuk laki-laki dan nawah untuk perempuan. Quluf adalah kulit yang menutupi hashafah (alat kelamin laki-laki), sedangkan nawah adalah kulit yang menyerupai lembing ayam jantan terletak di atas farji (alat kelamin perempuan). Ash-Shiddieqy menyebutkan sunat perempuan adalah memotong sedikit kulit (selaput) yang menutupi ujung klitoris (preputium clitoris), atau membuang sedikit dari bagian klitoris (kelentit), atau gumpalan jaringan kecil yang terdapat pada ujung lubang vulva di bagian atas kemaluan perempuan, atau memotong kulit yang berbentuk jengger ayam jantan di bagian atas farji anak perempuan.
Product tags does not exists.

Polemik Sunat Perempuan Dalam Tradisi Gorontalo Suatu Kajian Multiperspektif

Rp80.000

Secara etimologi, sunat dalam bahasa Arab disebut al-Khitan, diambil dari kata dasar khatana. Ibn Manzur dalam kamus Lisan al-arab mengartikan kata khitan sebagai pemotongan bagian quluf untuk laki-laki dan nawah untuk perempuan. Quluf adalah kulit yang menutupi hashafah (alat kelamin laki-laki), sedangkan nawah adalah kulit yang menyerupai lembing ayam jantan terletak di atas farji (alat kelamin perempuan). Ash-Shiddieqy menyebutkan sunat perempuan adalah memotong sedikit kulit (selaput) yang menutupi ujung klitoris (preputium clitoris), atau membuang sedikit dari bagian klitoris (kelentit), atau gumpalan jaringan kecil yang terdapat pada ujung lubang vulva di bagian atas kemaluan perempuan, atau memotong kulit yang berbentuk jengger ayam jantan di bagian atas farji anak perempuan.
Buku Terkait

No upsell products are available.

Ayo pesan sekarang!