Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Masih Sering Tertukar? Ini Perbedaan Sinopsis dan Blurb

ADA banyak istilah yang tampak sederhana tapi terkadang membuat bingung di dunia kepenulisan dan penerbitan. Salah satunya adalah sinopsis dan blurb. Dua kata ini sering muncul bersamaan, baik di buku, artikel, hingga materi promosi. Tidak jarang pula dipakai secara tertukar. Meski sinopsis dan blurb sama-sama berfungsi untuk “mengenalkan” sebuah karya, keduanya memiliki peran, gaya, dan tujuan yang berbeda.

Bayangkan kamu sedang berdiri di toko buku atau menggulir katalog digital. Ada ratusan judul berseliweran dan semuanya menyita perhatian. Hanya dengan hitungan detik, kamu memutuskan lanjut membaca atau pindah ke judul buku yang lain. Pada momen singkat itulah, sinopsis atau blurb dibutuhkan.

Masalahnya, banyak penulis masih mengira sinopsis dan blurb adalah dua istilah untuk hal yang sama. Akibatnya, blurb ditulis terlalu panjang dan datar. Sementara, sinopsis justru dibuat menggantung tanpa arah. Jika tujuanmu adalah menarik pembaca, kesalahan kecil ini bisa berdampak besar.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan sinopsis dan blurb? Mengapa keduanya tidak bisa saling menggantikan? Mari kita bahas satu per satu melalui tulisan ini.

Apa itu Sinopsis?

Sinopsis adalah ringkasan isi cerita atau karya secara menyeluruh. Fokus utamanya adalah isi, bukan bujukan. Sinopsis biasanya menjelaskan alur utama, konflik penting, hingga gambaran akhir cerita tanpa harus terlalu detail. Namun, cukup jelas untuk memberi pemahaman utuh kepada pembaca tentang isi buku tersebut.

Dalam konteks buku atau film, sinopsis sering digunakan untuk keperluan internal atau profesional seperti pengajuan naskah ke penerbit, produser, atau editor. Hal tersebut membuat gaya bahasa yang digunakan cenderung lugas, informatif, dan langsung ke poin. Singkatnya, sinopsis menjawab pertanyaan, “Cerita ini tentang apa dari awal sampai akhir?”

Apa itu Blurb?

Berbeda dengan sinopsis, blurb adalah alat promosi. Blurb tidak bertugas menjelaskan semuanya. Blurb justru sengaja menyimpan banyak hal. Blurb biasanya muncul di sampul belakang buku, halaman penjualan, atau materi pemasaran.

Blurb ditulis dengan kalimat yang menggugah, penuh rasa penasaran, dan emosional. Isi blurb tidak membocorkan akhir cerita, tidak merinci alur, dan sering kali hanya menyorot konflik awal atau pertanyaan besar dalam cerita. Jika sinopsis bersifat informatif, blurb lebih bersifat persuasif dan emosional. Tujuannya satu yaitu membuat pembaca berpikir, “Aku harus membaca ini.”

Perbedaan Utama Sinopsis dan Blurb

Agar tidak lagi tertukar, berikut gambaran sederhana terkait perbedaan sinopsis dan blurb.

  • Tujuan
    Sinopsis bertujuan menjelaskan isi cerita.
    Blurb bertujuan menarik minat dan menjual cerita.

  • Isi
    Sinopsis memuat alur utama dan gambaran cerita secara utuh.
    Blurb hanya menampilkan potongan konflik atau premis menarik.

  • Gaya Bahasa
    Sinopsis cenderung netral dan informatif.
    Blurb cenderung emosional, provokatif, dan menggoda.

  • Panjang Teks
    Sinopsis biasanya lebih panjang dan detail.
    Blurb singkat, padat, dan penuh dengan “hook”—agar pembaca menjadi tertarik.

Memahami perbedaan sinopsis dan blurb berarti memahami strategi komunikasi. Dengan menempatkan fungsi yang tepat, kamu bisa menyampaikan pesan yang sesuai pada audiens yang tepat. Sinopsis membantu karya dipahami secara utuh, sementara blurb berperan besar dalam membuat karya agar dilirik dan dipilih oleh pembaca.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu tidak hanya terhindar dari kesalahan teknis, tetapi juga selangkah lebih maju dalam menyusun strategi penyajian naskah. Tulisan yang baik tidak berhenti pada isi yang kuat, tetapi juga pada cara memperkenalkan diri kepada audiens yang tepat. Di tengah persaingan karya yang semakin padat, detail kecil seperti ini justru bisa menjadi pembeda yang baik bagi naskahmu.

Apakah kamu masih memiliki kebingungan terkait hal ini untuk naskahmu? Kamu bisa mengonsultasikannya kepada kami melalui kolom konsultasi. Kami siap membantu agar karyamu tampil lebih tepat sasaran dan menarik perhatian pembaca yang sesuai.


Pemeriksa aksara: Radit Bayu A.

Ayo pesan sekarang!