Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Mengenal Self Publishing dan Vanity Publishing

DALAM ekosistem literasi modern, penulis kini memiliki banyak jalan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Jika dahulu penulis sangat bergantung pada penerbit mayor (major publisher), kini kemajuan teknologi informasi dan digital melahirkan alternatif populer seperti self publishing dan vanity publishing. Meski keduanya melibatkan biaya dari penulis, terdapat perbedaan mendasar pada kontrol dan tata kelolanya.

Hadirnya sistem penerbitan self publishing dan vanity publishing membuat buku semakin mudah diterbitkan dan beredar luas di masyarakat. Di satu sisi, kondisi tersebut membuka akses yang lebih demokratis terhadap pengetahuan, meski di sisi lain turut mengubah wajah industri perbukuan dan cara pembaca berinteraksi dengan buku.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada jumlah judul yang terbit setiap tahun, tetapi juga pada proses, kontrol, dan tanggung jawab di balik sebuah buku. Model penerbitan yang beragam membawa konsekuensi berbeda bagi penulis, mulai dari hak pengelolaan naskah hingga strategi distribusi dan pemasaran. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa tidak semua buku lahir melalui mekanisme yang sama. Lebih jelasnya, mari kita simak lebih lanjut penjelasan tentang vanity publishing dan self publishing.

Apa itu Self Publishing?

Self publishing adalah jalur di mana penulis bertindak sebagai “penerbit” bagi karyanya sendiri. Menurut Dan Poynter dalam bukunya yang berjudul The Self Publishing Manual, menjelaskan bahwa hal ini adalah solusi bagi penulis yang ingin menerbitkan buku tanpa harus menghadapi penolakan dari penerbit konvensional.

Karakteristik Self Publishing:

  1. Kontrol Penuh
    Penulis memegang kendali total atas setiap fase, mulai dari penyuntingan (editing), desain sampul, tata letak (layout), hingga pengurusan administrasi seperti ISBN.

  2. Alih Daya (Outsourcing)
    Meski dikelola sendiri, penulis boleh menggunakan jasa profesional (seperti editor atau desainer lepas). Namun, tetap penulis yang mengambil keputusan akhir, menetapkan harga jual, dan jumlah cetak.

  3. Mandiri secara Finansial
    Semua biaya produksi, entri data, hingga distribusi ditanggung oleh penulis.
    Keuntungannya, seluruh royalti atau laba penjualan masuk ke kantong penulis tanpa potongan bagi hasil yang besar dari penerbit.

Apa itu Vanity Publishing?

Berbeda dengan self publishing, vanity publishing adalah model penerbitan di mana sebuah perusahaan penerbitan (penerbit vanity) menerbitkan buku dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh penulis. Menurut Manser (1998) dalam Kamus Istilah Penerbitan dan Percetakan, model ini umumnya menawarkan paket-paket penerbitan tertentu kepada penulis.

Karakteristik Vanity Publishing:

  1. Sistem Pembayaran
    Penulis membayar sejumlah uang di muka untuk menutupi biaya produksi.
    Modelnya bisa berupa subsidi penuh, joint venture, atau berbagi tanggung jawab.

  2. Kontrol Penerbit
    Berdasarkan pendapat Rhonda Whitton dan Sheila Hollingworth dalam A Decent Proposal. Penulis membayar, tetapi tidak memiliki kendali atas tahap proses penerbitan. Penerbitlah yang membuat keputusan tentang desain, produksi, dan teknis lainnya.

  3. Tanpa Seleksi Ketat
    Ciri khas utama Vanity Publisher adalah jarang atau tidak pernah menolak naskah. Semua naskah akan diterima dan diterbitkan selama penulis bersedia membayar sesuai kesepakatan.

  4. Tanggung Jawab
    Pengelolaan produksi hingga pemasaran biasanya menjadi tanggung jawab penerbit (sesuai paket yang dibeli), sehingga penulis tinggal menerima hasil jadi.

Keuntungan dan Tantangan di Era Digital

Kemajuan teknologi komputer dan internet memberikan napas baru bagi kedua model ini. Penulis sekarang dapat memanfaatkan:

  1. Print on Demand (POD)
    Mencetak buku hanya saat ada pesanan, meski biaya per eksemplar sedikit lebih tinggi dibanding cetak massal.

  2. eBook dan Online Publishing
    Distribusi global secara real-time yang memungkinkan pembaca dari seluruh dunia mengakses karya tanpa kendala geografis.

  3. Kebebasan Waktu
    Proses penerbitan jauh lebih singkat dibandingkan jalur penerbit mayor yang bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga tahunan.

Baik self Publishing maupun vanity publishing menawarkan solusi bagi penulis untuk segera melihat karyanya dan mewujudkannya menjadi buku. Jika kamu menginginkan kepraktisan, vanity publisher adalah pilihannya. Namun, jika kamu menginginkan kendali penuh dan kebebasan kreatif atas setiap detail bukumu, maka self publishing adalah jalan terbaik.

Apabila kamu memiliki naskah dan ingin menerbitkannya bersama kami, penerbit kami menyediakan berbagai macam paket penerbitan yang dapat dipilih. Informasi lebih lanjutnya dapat kamu cek di website dan akun media sosial kami.


Pemeriksa aksara: Radit Bayu A.

Ayo pesan sekarang!