Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Lali Sumber Ketiwasan

Rp85.500

Sebuah karya buku perdana yang ditulis oleh Sunarno. Buku ini berisi kumpulan refleksi atas kehidupan yang dekat dengan Penulis di desa kelahirannya di Ngawi. Buku ini juga berisi ilustrasi-ilustrasi karya Budiyono Kampret.

——————-

BUKU ini pada hakikatnya menggambarkan sejumlah episode dalam perjalanan hidup dan pengamatan penulis terhadap kehidupan desanya selama ini. Bertitik tolak dari desa di mana penulis dibesarkan, bergaul dengan sesama warga yang beraneka ragam latar belakang kehidupannya, mulai dari yang sampun sepuh hingga yang seusia dengannya …”wong ndesa kuwi nggone maneka warna”. Desa dengan lingkungan ekosistem yang semula tertata dan berjalan secara alamiah menurut ‘hukum alam’ dan kebudayaannya sebagai penjamin kehidupan yang rukun, guyub dan harmonis. Namun dalam era globalisasi dan teknologi digitalisasi saat ini perkembangan kehidupan komunitas desa mengalami perubahan ekologi dan sosial yang serba cepat, melebihi perkembangan manusia-manusianya, sehingga menempatkan komunitas desa dalam ”…owah gingsiring jaman” karena yang pasti adalah perubahan itu sendiri.

(Nukilan Kata Pengantar dari Nani Nurrachman Sutoyo)
——————–

Dimensi 14 x 20cm
Cetakan Pertama, Agustus 2025
Tebal 222 halaman
Paperback

 

Lali Sumber Ketiwasan

Rp85.500

Sebuah karya buku perdana yang ditulis oleh Sunarno. Buku ini berisi kumpulan refleksi atas kehidupan yang dekat dengan Penulis di desa kelahirannya di Ngawi. Buku ini juga berisi ilustrasi-ilustrasi karya Budiyono Kampret.

——————-

BUKU ini pada hakikatnya menggambarkan sejumlah episode dalam perjalanan hidup dan pengamatan penulis terhadap kehidupan desanya selama ini. Bertitik tolak dari desa di mana penulis dibesarkan, bergaul dengan sesama warga yang beraneka ragam latar belakang kehidupannya, mulai dari yang sampun sepuh hingga yang seusia dengannya …”wong ndesa kuwi nggone maneka warna”. Desa dengan lingkungan ekosistem yang semula tertata dan berjalan secara alamiah menurut ‘hukum alam’ dan kebudayaannya sebagai penjamin kehidupan yang rukun, guyub dan harmonis. Namun dalam era globalisasi dan teknologi digitalisasi saat ini perkembangan kehidupan komunitas desa mengalami perubahan ekologi dan sosial yang serba cepat, melebihi perkembangan manusia-manusianya, sehingga menempatkan komunitas desa dalam ”…owah gingsiring jaman” karena yang pasti adalah perubahan itu sendiri.

(Nukilan Kata Pengantar dari Nani Nurrachman Sutoyo)
——————–

Dimensi 14 x 20cm
Cetakan Pertama, Agustus 2025
Tebal 222 halaman
Paperback

 

Buku Terkait
Ayo pesan sekarang!