BAGI para bibliofili, aroma khas dan tekstur ringan dari kertas bookpaper (sering disebut kertas novel atau kertas kuning) memiliki daya tarik tersendiri. Warnanya yang creamy atau kekuningan dirancang khusus untuk kenyamanan mata saat membaca dalam waktu lama. Namun, karena sifatnya yang cenderung lebih berpori dan memiliki kadar keasaman tertentu dibandingkan kertas HVS, bookpaper memerlukan perhatian ekstra agar tidak cepat rapuh, berjamur, atau mengalami oksidasi parah (foxing).
Berikut adalah panduan mendalam mengenai teknik perawatan buku berbahan bookpaper agar koleksi kamu tetap prima hingga puluhan tahun.
Kontrol Lingkungan: Musuh Terbesar adalah Kelembaban
Kertas bookpaper bersifat higroskopis, artinya ia sangat mudah menyerap kelembaban dari udara. Lingkungan yang lembab adalah pemicu utama munculnya bintik coklat (foxing) dan jamur.
Suhu Idealis: Usahakan menyimpan buku pada suhu ruangan yang stabil, idealnya antara 18°C hingga 22°C. Hindari perubahan suhu yang ekstrem (seperti menaruh rak buku tepat di depan AC atau di dekat pemanas).
Tingkat Kelembapan (Humidity): Jaga kelembapan udara di angka 40-50%. Kami bisa menggunakan hygrometer untuk memantau ini. Jika terlalu lembab, gunakan humidifier atau letakkan serap lembab (silica gel) di sudut rak.
Sirkulasi Udara: Jangan menumpuk buku terlalu rapat hingga tidak ada celah udara. Berikan sedikit ruang antar buku agar udara tetap mengalir, mencegah tumbuhnya spora jamur di sela-sela halaman.Penataan di Rak Buku: Posisi Menentukan Prestasi
Cara kami meletakkan buku di rak sangat mempengaruhi integritas struktural binding (penjilidan) dan kondisi kertas.
Posisi Tegak (Vertical): Simpan buku dalam posisi berdiri tegak. Gunakan bookend (penyangga buku) jika rak tidak penuh agar buku tidak miring. Posisi miring dalam waktu lama akan merusak punggung buku (spine) dan membuat kertas melengkung.
Hindari Sinar Matahari Langsung: Sinar UV adalah musuh bebuyutan lignin pada kertas. Paparan matahari akan mempercepat proses oksidasi yang membuat kertas bookpaper yang semula krem cantik berubah menjadi coklat tua dan rapuh (brittle).
Material Rak: Rak kayu yang tidak divernis dengan baik dapat mengeluarkan asam yang merusak kertas. Jika menggunakan rak kayu, alasi ambalan dengan kertas bebas asam (acid-free paper) atau gunakan rak berbahan logam/besi yang lebih netral.Teknik Penanganan (Handling) yang Benar
Seringkali, kerusakan dimulai dari tangan pembacanya sendiri.
Tangan yang Bersih: Selalu cuci tangan sebelum menyentuh buku. Minyak alami, keringat, dan sisa makanan pada jari dapat meninggalkan noda permanen dan mengundang serangga seperti kutu buku (silverfish).
Jangan Menekuk Punggung Buku: Saat membaca, hindari membuka buku hingga 180 derajat atau melipat cover ke belakang (terutama pada paperback). Ini akan mematahkan lem penjilidan dan membuat lembaran kertas mudah lepas.
Gunakan Pembatas Buku yang Tepat: Jangan pernah melipat ujung halaman (dog-ear) atau menyelipkan benda tebal seperti pulpen di dalam buku. Gunakan pembatas buku tipis dari kertas atau kain yang tidak luntur.Perlindungan Ekstra: Sampul dan Pembersihan Rutin
Sampul Plastik (Opsional): Gunakan plastik mika bening yang non-lengket untuk melindungi cover dari debu dan cairan. Pastikan penyampulan tidak terlalu ketat agar buku tetap bisa “bernapas”.
Dusting (Pembersihan Debu): Debu yang menumpuk di bagian atas buku dapat mengundang kelembaban. Bersihkan bagian atas buku secara rutin menggunakan kemoceng bulu ayam yang halus atau kuas lembut secara searah (dari punggung buku ke arah luar).
Rotasi Buku: Sesekali, ambil buku dari rak, buka halaman-halamannya secara acak (diangin-anginkan) untuk melepaskan kelembaban yang terjebak di dalam.Menghadapi Hama dan Bau
Jika buku mulai tercium bau apek atau terlihat tanda-tanda kutu buku, kamu perlu untuk:
Silica Gel: Letakkan sachet silica gel di belakang barisan buku untuk menyerap sisa kelembapan.
Kamper/Lada Putih: Untuk mengusir serangga secara alami, kamu bisa meletakkan sedikit lada putih di dalam wadah kecil di pojok rak, atau menggunakan kamper (pastikan kamper tidak bersentuhan langsung dengan kertas).
Menjaga buku dengan kertas bookpaper adalah investasi jangka panjang. Dengan perawatan yang konsisten, estetika klasik dan kenyamanan membaca yang ditawarkan kertas ini tidak akan hilang dimakan waktu.
Sayangi bukumu sebagaimana ia memberi kamu ilmu. Bagikan artikel ini kepada teman-teman sesama pecinta buku agar semakin banyak koleksi yang terselamatkan dari ancaman jamur dan debu!