BANYAK dari kita mungkin berpikiran bahwa konsep dan sejarah buku digital muncul ketika perangkat membaca digital dan akses internet semakin merata. Tapi, ternyata konsep buku digital ini sudah ada sejak lama. Bahkan ide tentang buku elektronik telah muncul, sejak sekitar 80 tahun yang lalu. Jauh sebelum teknologi modern berkembang seperti sekarang.
Kemunculan konsep buku digital ini bersamaan dengan hadirnya buku saku pada tahun 1930-an. Ide tersebut dimulai dari Bob Brown, seorang penulis dan produser asal Amerika yang menemukan ide “readies” setelah menonton film “talkies”.
Sejarah Buku Digital: Awal Mula Konsep
Brown memberikan pandangan bahwa saat itu, kata-kata yang tertulis belum mengikuti perkembangan zaman. Ia merasa bahwa film sudah lebih maju karena mampu menghadirkan suara. Sementara, teks masih statis. Brown sangat ingin memiliki mesin yang dapat membuatnya membaca dengan kecepatan yang lebih tinggi. Gagasan inilah yang menjadi titik awal sejarah buku digital.
Brown kemudian memberikan gambaran sebuah konsep bernama e-reader yaitu mesin baca ideal yang ia bayangkan di masa depan. Penulis sekaligus produser tersebut menginginkan kegiatan membaca dan bacaannya dapat dilakukan atau dibawa ke mana saja, bahkan dapat dicolokkan ke stopkontak listrik mana saja. Pemikiran Brown juga melampaui hal lain terkait kenyamanan membaca seperti penyesuaian ukuran huruf atau terhindar dari luka akibat kertas.
Pada masa itu, gagasan tersebut memang masih terdengar seperti imajinasi. Namun, ide tersebut menjadi fondasi awal dari sejarah buku digital atau perkembangan buku digital yang kita kenal saat ini.
Prototipe Awal Buku Digital
Ide brilian dari Brown itu mulai tampak dapat diwujudkan ketika Angela Ruiz Robles, guru sekolah asal Spanyol menciptakan sebuah buku otomatis yang berisi gabungan buku-buku pelajaran anak-anaknya.
Konsep buku otomatis Robles muncul pada tahun 1949 dengan bentuk berupa gulungan benang dan udara terkompresi. Tujuannya sederhana yaitu memudahkan siswa membawa banyak materi dalam satu perangkat.
Sayangnya penemuan konsep tersebut bersifat otomatis, bukan elektronik sehingga tidak dapat diproduksi secara masal. Meski begitu, konsep tersebut tetap menjadi awal mula prototipe eBook pertama dalam sejarah buku digital. Sekaligus menunjukkan gagasan bahwa membaca secara praktis sudah mulai dipikirkan jauh, sebelum era digital.
eBook Pertama Diciptakan
Perkembangan penting berikutnya terjadi pada tahun 1971. Tahun ini menjadi titik awal munculnya eBook pertama di dunia. Peluncuran tersebut berupa Deklarasi Kemerdekaan Amerika yang diketik ulang dalam bentuk digital.
Pembuatan deklarasi tersebut menggunakan komputer Xerox yang terdapat di laboratorium universitas. Tokoh penting di balik peristiwa ini adalah Michael S. Hart, seorang mahasiswa dari University of Illinois.
Setelah peluncuran pertama tersebut, Hart kembali melakukan langkah besar dengan membuat Project Gutenberg. Proyek ini bertujuan untuk mendigitalkan berbagai karya penting agar dapat diakses secara luas.
Hart membuat salinan digital dari Bill of Rights, Konstitusi Amerika, dan Alkitab. Inisiatif ini menjadi tonggak penting karena membuka jalan bagi penyebaran buku secara digital tanpa batas geografis.
Sejarah Buku Digital: Perkembangan Awal Industri
Memasuki tahun 1990-an, buku digital mulai berkembang sebagai bagian dari industri. Pada tahun 1993, perusahaan Bibliobytes mulai menjual eBook secara online. Ini menjadi langkah awal komersialisasi buku digital di internet.
Selain itu, penerbit besar mulai melihat potensi format digital. Perusahaan seperti Simon & Schuster mulai menerbitkan buku dalam format cetak dan digital secara bersamaan. Sementara itu, Oxford University Press mulai menawarkan buku melalui sistem online. Perkembangan ini menunjukkan bahwa buku digital mulai diakui sebagai bagian dari ekosistem penerbitan.
Titik Balik Perkembangan eBook
Tahun 1998 menjadi momen penting dalam sejarah buku digital. Pada tahun ini terjadi beberapa perubahan besar yang memengaruhi masa depan eBook.
Perangkat pembaca eBook pertama mulai diperkenalkan. Selain itu, eBook mulai mendapatkan nomor ISBN yang menandakan pengakuan resmi sebagai bentuk publikasi. Perpustakaan juga mulai menyediakan akses eBook kepada masyarakat secara gratis.
Perkembangan teknologi semakin mempercepat pertumbuhan ini. Pada tahun 2004 dan 2006, Sony merilis perangkat pembaca eBook. Namun, perubahan terbesar terjadi pada tahun 2007 ketika Amazon meluncurkan Kindle.
Peluncuran Kindle mengubah cara orang membaca. Pada tahun yang sama, Apple juga meluncurkan iPhone yang semakin memperkuat ekosistem digital. Kehadiran perangkat mobile membuat eBook semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja.
Perkembangan Pesat di Abad ke-21
Memasuki abad ke-21, buku digital berkembang sangat pesat. Penjualan eBook meningkat secara signifikan dan bahkan sempat melampaui penjualan buku hardcover di Amerika Serikat.
Perusahaan lain ikut meramaikan pasar seperti Barnes & Noble dengan Nook. Perpustakaan juga mulai menyediakan layanan peminjaman eBook secara digital.
Selain itu, format buku digital juga semakin beragam. Format seperti EPUB dan MOBI memungkinkan pembaca menyesuaikan tampilan teks sesuai kebutuhan. Buku digital tidak lagi sekadar teks, tetapi juga dapat dilengkapi dengan tautan, multimedia, dan fitur interaktif.
Dampak Teknologi terhadap Kebiasaan Membaca
Perkembangan buku digital membawa perubahan besar dalam kebiasaan membaca. Pembaca kini tidak lagi bergantung pada buku fisik. Mereka dapat menyimpan ratusan bahkan ribuan buku dalam satu perangkat.
Namun, perubahan ini juga memunculkan perdebatan. Sebagian orang tetap menyukai buku fisik karena pengalaman membaca yang lebih personal. Sementara itu yang lain lebih memilih eBook karena praktis dan mudah diakses.
Kehadiran buku digital juga memengaruhi dunia pendidikan, e-textbook mulai digunakan di berbagai institusi. Hal ini memberikan alternatif baru dalam proses belajar.
Sejarah buku digital ini menunjukkan bahwa inovasi tidak pernah terjadi secara instan. Ide yang lahir dari imajinasi sederhana pada tahun 1930-an berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. Dari gagasan “readies” hingga perangkat canggih saat ini, buku digital terus berkembang mengikuti kebutuhan manusia dalam mengakses pengetahuan.
Sumber referensi:
https://bookscouter.com/blog/a-brief-history-of-ebooks/
https://govbooktalk.gpo.gov/2014/03/10/the-history-of-ebooks-from-1930s-readies-to-todays-gpo-ebook-services/
https://www.bookize.com/ebooks/history/
Pemeriksa aksara: Radit Bayu A.