Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Kerusakan Ekologi (Sebuah Antologi)

Rp144.000

Sebagai reaksi dari akibat industri yang telah menyebabkan berbagai petaka lingkungan, masyarakat dunia berusaha melakukan gerakan ekologi dalam (deep ecology) yang dikumandangkan dengan beredarkan visi yang mempunyai korelasi dengan nilai-nilai kodrati, berakar pada ajaran teologi. Gerakan ekologi dalam kemudian menumbuhkan kesadaran untuk menghidupkan kembali pandangan ekologi yang berdasarkan agama sebagai bentuk antitesa dari gerakan lingkungan dangkal (shallow ecology) yang berperilaku eksploitatif terhadap lingkungan dan mengkambinghitamkan agama sebagai penyebab terjadinya kerusakan alam lingkungan.
————————
Buku “Kerusakan Ekologi” karya Mas Masri ini hadir dalam rangka memberikan andil partisipasi melalui sentuhan inovasi perspektif berupa dimensi integral antara ilmu pengetahuan dan moral yang terkait dengan isu lingkungan. Dimensi integral hukum lingkungan perlu disorori secara khusus mengingat sekularisasi ilmu pengetahuan dan moral serta etika yang berabad abad telah merambah dan memengaruhi perpesktif konseptual dan aktual.
(Dr. Sunarno—Dosen Fak. Hukum UMY)

Tidakkah cukup daya rusak yang terlihat lewat data dan kejadian ini menggugah hati penguasa untuk mengubah pola-pola pembangunan rakus lahan yang menciptakan daya rusak ini? Apakah menunggu tragedi dan korban makin banyak berjatuhan baru bikin kebijakan atau aturan, yang tak menyakiti manusia, dan bumi beserta isinya?
Maluku Utara, tak hanya alami krisis ekologis, tetapi krisis multidimensi.
(Sapariah Saturi—Mongabay Indonesia)

Pembangunan agraria di Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap ekosistem. Proses peralihan lahan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, terutama untuk perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur, sering kali menyebabkan kerusakan ekologis yang besar. Pembangunan agraria kerap juga dilakukan dengan dalih meningkatkan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan membuka lapangan kerja. Namun, implementasinya sering kali tidak seimbang dengan perlindungan lingkungan.
(Herman Oesman—Dosen Sosiologi Fisip UMMU)

==============

Penulis: Masri Anwar
Dimensi: 14 x 20cm
Ketebalan: 344 halaman
ISBN 978-623-6650-56-1

Stok: 4

Kerusakan Ekologi (Sebuah Antologi)

Rp144.000

Sebagai reaksi dari akibat industri yang telah menyebabkan berbagai petaka lingkungan, masyarakat dunia berusaha melakukan gerakan ekologi dalam (deep ecology) yang dikumandangkan dengan beredarkan visi yang mempunyai korelasi dengan nilai-nilai kodrati, berakar pada ajaran teologi. Gerakan ekologi dalam kemudian menumbuhkan kesadaran untuk menghidupkan kembali pandangan ekologi yang berdasarkan agama sebagai bentuk antitesa dari gerakan lingkungan dangkal (shallow ecology) yang berperilaku eksploitatif terhadap lingkungan dan mengkambinghitamkan agama sebagai penyebab terjadinya kerusakan alam lingkungan.
————————
Buku “Kerusakan Ekologi” karya Mas Masri ini hadir dalam rangka memberikan andil partisipasi melalui sentuhan inovasi perspektif berupa dimensi integral antara ilmu pengetahuan dan moral yang terkait dengan isu lingkungan. Dimensi integral hukum lingkungan perlu disorori secara khusus mengingat sekularisasi ilmu pengetahuan dan moral serta etika yang berabad abad telah merambah dan memengaruhi perpesktif konseptual dan aktual.
(Dr. Sunarno—Dosen Fak. Hukum UMY)

Tidakkah cukup daya rusak yang terlihat lewat data dan kejadian ini menggugah hati penguasa untuk mengubah pola-pola pembangunan rakus lahan yang menciptakan daya rusak ini? Apakah menunggu tragedi dan korban makin banyak berjatuhan baru bikin kebijakan atau aturan, yang tak menyakiti manusia, dan bumi beserta isinya?
Maluku Utara, tak hanya alami krisis ekologis, tetapi krisis multidimensi.
(Sapariah Saturi—Mongabay Indonesia)

Pembangunan agraria di Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap ekosistem. Proses peralihan lahan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, terutama untuk perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur, sering kali menyebabkan kerusakan ekologis yang besar. Pembangunan agraria kerap juga dilakukan dengan dalih meningkatkan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan membuka lapangan kerja. Namun, implementasinya sering kali tidak seimbang dengan perlindungan lingkungan.
(Herman Oesman—Dosen Sosiologi Fisip UMMU)

==============

Penulis: Masri Anwar
Dimensi: 14 x 20cm
Ketebalan: 344 halaman
ISBN 978-623-6650-56-1

Buku Terkait
Ayo pesan sekarang!