Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Penulis dan penerjemah

Abroorza A. Yusra

Kelahiran 1987, saat ini bermukim di Pontianak, Kalimantan Barat. Alumni Jurusan Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran ini sekarang aktif berkerja di salah satu yayasan lingkungan. Di luar itu, aktif menulis esai, apresiasi, dan kritik sastra daerah (sebagian telah terbit dalam buku Kita Kata Kata Kita, 2018) dan berbagai isu terkait budaya serta konservasi lingkungan. Dia juga beberapa kali terlibat dalam produksi film dokumenter sebagai penulis naskah dan produser, antara lain Identitas, 2016 (tentang tato Iban) dan Mengantar Leluhur ke Rumah Terluhur, 2023 (tentang ritual Dalok masyarakat Uud Danum. Dia Bisa dihubungi melalui email rozzayskee@gmail.com.

Afthonul Afif

Menyelesaikan pendidikan S2 dalam bidang psikologi klinis di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bidang kajian yang ditekuni adalah psikologi positif, psikologi evolusioner, psikologi agama, dan psikologi lintas budaya, terutama dalam kaitannya dengan isu-isu kesehatan mental masyarakat. Keterlibatan sebagai trainer untuk Pastoral Counselor Formation sejak 2012 membuatnya dikukuhkan sebagai anggota kehormatan Asosiasi Konselor Pastoral Indonesia (AKPI) pada 2017. Sejumlah buku telah dihasilkan antara lain Identitas Tionghoa Muslim Indonesia (2012), Pemaafan, Rekonsiliasi dan Restorative Justice (2014), Teori Identitas Sosial (2015), Forgiving the Unforgivable (2019), Psikologi Suryomentaraman (2020), Eudaimonisme: Kebajikan, Aktualisasi Potensi dan Kebahagiaan (2023), Mengapa Kita Membutuhkan Agama? (2025), Logika Informal (2025), dan sejumlah karya terjemahan, suntingan, publikasi jurnal, dan book chapter. Selain untuk kegiatan penelitian dan kepenulisan, kini banyak mencurahkan waktunya untuk melakukan pendampingan psikologis khususnya melalui pendekatan konseling berbasis nilai (value-based counseling).

Agung Iranda

Lahir di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Sehari-hari tinggal di Kota lambi sebagai dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, la merupakan suami dari Rory Ramayanti, dan ayah dari Rahima Al- Aisyah. Ia menyelesaikan program sarjana Psikologi di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan melanjutkan studi pada Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada. Semasa kuliah dia aktif menulis dan diskusi bersama teman-teman. Ketika S2 bersama teman-temannya mendirikan Forum psikologi progresif. Selain mengajar, ia aktif melakukan penelitian tentang tema Psikologi Positif, relasi sosial, literasi, dan Psikologi indigenous. Beberapa publikasi hasil penelitiannya terbit di jurnal bereputasi nasional dan publikasi global. Diantara judul yang pernah diterbitkan Adversity Quotient pada siswa tunanetra dalam meningkatkan literasi, Pengembangan modul pembelajaran berbasis pengajaran positif pada mata kuliah Pengembangan Diri, Resiliensi warga Desa Pendung Talang Genting pasca Konflik dengan Desa Sleman, Resolusi Konflik antardesa di Kabupaten Kerinci, dan berbagai judul lainnya. la juga aktif menulis di media massa baik cetak maupun online, diantaranya: Penguatan Kesehatan Mental Komunitas (Antara News, 2022), Menyikapi Kontroversi Lato-lato (Detik, 2023), Kembali ke Kampus (Detik.com, 2021), Keharusan Literasi Informasi di Sekolah (Geotimes, 2022), Literasi dan Akses pada Sekolah Terpencil (Geotimes, 2023), Merdeka Mengajar, Kesiapan Guru dalam Pembelajaran Digital (Jambi Independent, 2022), Menimbang Kebijakan Sekolah Tatap Muka 100 Persen (Jambi Independent, 2022), Potret Pendidikan di Ujung Merangin (GNFI), dan berbagai judul lainnya. Penulis juga mengelola Komunitas Rumah Progresif, yang fokus pada psikoedukasi lewat Youtube, pelatihan, kelas menulis dan literasi, dan kegiatan sosial lainnya. Pembaca bisa menghubungi penulis lewat email: agungiranda260393@ gmail.com. Dan lewat media sosial Facebook: Agung Iranda, Instagram: agungiranda.

Akhmad Idris

Seorang lelaki lulusan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang terdampar di Bumi dengan selamat Sentosa pada tanggal 1 Februari 1994. Saat ini menjadi seorang dosen bahasa Indonesia di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa dan Sastra Satya Widya Surabaya dan STKIP Bina Insan Mandiri Surabaya. Karya solonya yang telah diterbitkan adalah buku kumpulan esai dengan judul Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia (2020), Permainan Metafora dalam Karya Sastra (2022), Esai-Esai Ringan tentang Keislaman (2022), Candirejo dan Variasi Literasi (2022), Teruntuk Kamu yang Kusebut Perempuan (2023), dan Cinta dan Pala (2023). Pada tahun 2020 ia lolos dalam seleksi terbuka peserta Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) yang ke-3 yang diadakan oleh Balai Bahasa. Baru-baru ini naskahnya terpilih dalam 15 naskah pilihan sayembara kajian literasi terapan berbasis konten lokal yang diadakan oleh Perpusnas RI. Tulisan-tulisannya sering dimuat di media nasional maupun lokal. Cerpennya pernah meraih Juara 2 Kategori Umum dalam lomba penulisan cerpen yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata jawa Timur pada tahun 2021. Esainya yang berjudul Kasidah Burdah, Lara, dan Nusantara lolos kurasi dalam undangan terbuka yang diadakan oleh Komunitas Salihara untuk Festival Sastra Salihara 2021. Esai tentang batik Pariangan meraih predikat Juara 2 pada lomba menulis yang diadakan Bank Indonesia Tasikmalaya. Esai tentang rempah-rempah menjadi terbaik ke-3 pada sayembara menulis sedunia yang diadakan oleh Wangsamudar dan BPCP Jambi. Esainya tentang kuliner juga meraih Juara 1 dalam kompetisi yang diadakan Qraved. Beberapa artikel ilmiah juga pernah dimuat di dalam Jurnal Nasional dan Internasional.

Aksan Taqwin Embè

Penulis yang karya-karya fiksinya telah tersebar di berbagai media massa lokal maupun nasional. Penerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI sebagai Sastrawan Berkarya di Wilayah 3T Tahun 2019, Sastrawan Muda Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) Tahun 2018, Borobudur Writers and Cultural Festival Tahun 2018, Ubud Writers and Readers Festival Tahun 2017 Saat ini bergabung di Komunitas Marlah Dea, dan mengelola website Tanpabatas.art.

Amal Bayu Ramdhana

Dilahirkan waktu subuh di Jakarta pada 31 Jull. menamatkan pendidikan formal S1 Desain Komunikasi Visual di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Pernah menjadi pengajar di salah satu kampus swasta di Jakarta, desainer grafis kantoran, dan kadang membantu menulis naskah materi buku ajar. Sekarang, selain merasa harus terus menulis puisi—meski seringnya tercecer pada lembar kertas coretan—juga menekuni profesi illustrator, desainer grafis sembarang waktu, dan pembuat kaos bersablon. Sebagian kesukaannya yaitu menikmati teh kental atau kopi pekat. Buku puisi Komposisi Melankoli untuk Jehan adalah buku pertamanya.

Ardy Kresna Crenata

Lahir di Cianjur dan kini tinggal (indekos) di Bogor, Jawa Barat. Buku cerpennya yang telah terbit: Sebuah Tempat di Mana Aku Menyembuhkan Diriku (DIVA Press, 2017) dan Sesuatu yang Hilang dan Kita Tahu Itu Apa (Beruang, 2019). Instagram: @kresnacrenata.

Ari Hermawan Saputra

Dikenal dengan Ari Kaysha, lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhamadiyah Surakarta. Karya-karyanya berupa puisi, geguritan telah terbit di berbagai media. Karya terbaru adalah novel Dursila (Stiletto, 2018).

Bagus Dwi Hananto

Lahir di Kudus, 31 Agustus 1992. Menulis puisi dan prosa. Di akhir tahun 2014 salah satu naskahnya menjadi pemenang ketiga Sayembara Menulis Novel DKJ. Buku-bukunya yang telah terbit di antaranya: Napas Mayat (novel, Gramedia Pustaka Utama, 2015). Menatap Kesedihan dari Waktu ke Waktu (kumpulan puisi, Penerbit Basabasi, 2017), Elegi Sendok Garpu (novel, Buku Mojok, 2018), serta Cerita Tanpa Jeda Kura-kura di Langit (kumcer, Gaksa Enterprise, 2018). Cerita-ceritanya dipublikasikan Batak Pos, Haluan, Radar Surabaya, dan Koran Tempo.

Charles Bukowski

Salah satu penulis puisi dan prosa kontemporer Amerika kenamaan dan penyair yang banyak memengaruhi dan ditiru penyair lain. Lahir di Andernach, Jerman, dari ayah seorang tentara Amerika dan ibu seorang Jerman, pada tahun 1920, mereka sekeluarga pindah ke Amerika ketika Bukowski berumur 3 tahun. Bukowski tumbuh besar di Los Angeles dan tinggal di sana selama 50 tahun. Cerita pertamanya terbit pada 1944 ketika ia berusia 24, dan mulai menulis puisi di usia 35. Bukowski wafat di San Pedro, California, pada 9 Maret 1994, di usia 73, tak lama setelah menyelesaikan novel terakhirnya, Pulp (1994). Semasa hidupnya Bukowski menerbitkan lebih dari 45 buku puisi dan prosa, termasuk novel Post Office (1971), Factotum (1975), Women(1978), Ham on Rye (1982), dan Hollywood (1989). Beberapa bukunya diterbitkan secara anumerta, di antaranya adalah What Matters Most Is How Well You Walk Through the Fire (1999), Open All Night: New Poems (2000). Night Tom Mad with Footsteps: New Poems (2001) dan Storm for the Living and the Death: Uncollected and Unpublished Poems (2017).

Darmanto Jatman

Lahir pada tanggal 16 Agustus 1942 di Jakarta tetapi dibesarkan dan menyelesaikan kuliahnya di Yogyakarta. Setelah lulus sebagai Sarjana Psikologi Universitas Gadjah Mada, ia menjadi dosen di Fakultas Sosial Politik Universitas Diponegoro, Semarang. Di samping menjadi dosen, ia juga menjadi redaktur khusus di Majalah Tiara, sambil tetap terus menulis puisi. Sebagai salah seorang 'pendekar' Perpuisian Darmanto jatman pernah mewarnai acara 'Pengadilan Puisi' di Bandung tahun 1975, membaca puisi di TIM 22 September 1975 dan tahun 1980, di Adelaide Festival of Art 1980, Poetry Internasional Rotterdam, 1984 dan tempat-tempat lain. Penyair yang selama 1972/1973 tinggal di Hale Manoa Hawaii, 1973/1974 tinggal di Bali dan 1977/1978 di London ini pernah menerbitkan empat kumpulan puisi. yaitu Bangsat (1974), Sang Darmanto (1976), Ki Blakasuta Bla Bla (1980) dan Karto lya Bilang Mboten (1981). Keempatnya, ditambah dengan kumpulan puisi Golf untuk Rakyat yang berisi 5 kumpulan puisi diterbitkan oleh Bentang. Karya puisinya juga dimuat dalam bunga rampai Arjuna in Meditation (1976) yang disusun Harry Aveling, Laut Biru, Langit Biru (1977) disusun Ajip Rosidi, ASEAN Poetry (1978) Dewan Kesenian Jakarta, Ik wil nog duizer jaar leven (1979) Meulenhoff, Amsterdam dan Tonggak (1987) yang disusun Linus Suryadi AG. Bukunya yang lain, Perilaku Kelas Menengah Indonesia (kumpulan esai) diterbitkan oleh Bentang budaya (1966). Pada tahun 2010, Darmanto Jatman mendapat peng-hargaan Anugerah Satyalencana Kebudayaan dari pemerin-tah RI, setelah sebelumnya diganjar Anugerah Satyalencana Karya Satya (2002) dan The SEA Write Award (2002). Ketika buku ini dicetak kembali tahun 2010, Darmanto Jatman telah bergelar Professor, sudah purna tugas dari Universitas Diponegoro, dan menjadi Dekan Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi, Solo. Dia juga telah menjadi Eyang kakung dari cucu yang lahir dari anak-anak tercintanya. Kerinduannya pada Yogyakarta dapat dilepaskan setiap Sabtu dan Minggu, di rumahnya yang bernuansa Jawa di desa Randu Jayan, Pakem, Yogyakarta. Beberapa buku kumpulan puisi, dan tulisan bernuansa kritik sosial dan spiritual yang ditulisnya kemudian, diterbitkan dalam kurun waktu 2000 sampai 2007, sebelum dia terkena stroke dan beristirahat menulis sementara menunggu penyembuhan fisiknya. (Penerbit Kayoman, 2011) Darmanto Jatman mengaku selalu rindu Yogyakarta. Darmanto Jatman wafat pada tanggal 13 Januari 2018 di Semarang, setelah kira-kira 11 tahun menderita stroke.

Devika Herfianingtyas

Mijil ing kutha Kendal, Jawa Tengah. Minggu manis 13 Desember 1992. Sapunika umuripun 27 taun, makarya lan nggeluti babagan panyeratan wiwit alit ngantos sapunika aktif wonten ing panyeratan bab budaya Jawi lan pendidikan. Domisili wonten ing Padang - Sumatera Barat minangka penggiat literasi anak-anak lan Dewan Pengurus Yayasan TK PLN Nur Fakhira. Komunitas panulis ingkang nyengkuyung inggih punika Lacikata, Hysteria, lan Himbaja. Lulus saking UPGRIS (Universitas PGRI Semarang) Fakultas PBSJ Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa taun 2015. Karyanipun sampun kalebet wonten ing: Antologi Puisi 1000 Guru Penulis MURI Perruas, Antologi Puisi Pahlawan Media Guru, Antologi Cerkak Kusumaning Driya, Kolom geguritan Buletin Kanal, Antologi Puisi Rindu, lan buku "Guru, Datangmu Kunanti". Ngantos sapunika tasih kathah karya ingkang dipunserat dening panyerat, supados saged kagem panyengkuyung budaya Jawa. Jawa Kuncara!

Dewanto Amin Sadono

Seorang guru dan penulis yang beralamat di Kajen, Kabupaten Pekalongan. Cerpen-cerpennya menjadi juara utama tingkat nasional dan dimuat di Kompas id, Tempo, Solo Pos, Jawa Pos, Basabasi, dan beberapa media lain. Novel "Ikan-Ikan dan Kunang Kunang di Kedung Mayit" dinobatkan menjadi juara I pada Perpusnas Writingthon Festival, Oktober 2022. Manuskrip Drama "Gentho" mendapat penghargaan Prasidatama 2023 dari Balai Bahasa Jawa Tengah. Novela Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya parda tahun 2024 mendapat penghargaan sebagai nomine buku sastra Kemendikbudristek.

Edogawa Rampo

Bernama asli Taro Hirai. Dia merupakan figur besar dalam perkembangan fiksi misteri Jepang. Nama penanya merupakan versi Jepang dari Edgar Allan Poe, pengarang yang begitu dia idolakan. Selain menulis cerita misteri atau detektif seperti Black Lizard, Beast in the Shadows, dan seri detektif Akechi Kogoro, Rampo juga menulis dengan genre ero-guro, yaitu grotesk erotik, semacam seni cerita yang mengisahkan tema-tema bobrok, kecacatan, mutilasi, dan fetis seks untuk dileburkan. Rampo menulis dengan genre ini pada banyak karyanya, seperti The Dwarf. The Caterpillar, dan The Ogre of the Secluded Island. Namun kisahnya tak sepekat Moju: The Blind Beast yang sarat kekerasan seksual dan adegan menjijikkan. Buku ini dirilis kali pertama pada 1928. Dan pada 1969, sutradara Yasuzo Masumura mengadaptasinya menjadi film.

Ganang Ajie Putra

Lahir di Jakarta 14 September 1993. Menamatkan pendidikan di Universitas Indraprasta dengan jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Tata Cara Berbaikan merupakan buku puisi pertamanya yang berhasil diselesaikan—meski dalam waktu yang cukup melelahkan. Turut serta mendirikan komunitas puisi di Cibinong bernama ruang suara. Saat ini aktif merawat istri dan anak yang sedang lucu-lucunya. Penulis dapat dihubungi melalui instagram @sabdagan, surat-menyurat ke ganangajieputra@gmail.com.

Ganjar Sudibyo

Banyak berkegiatan di Yogyakarta maupun Semarang. Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai media cetak maupun digital. Kini lebih aktif sebagai pekerja buku. Lebih dekat, silakan berkunjung ke akun Instagram: @ganjar_sudibyo.

Gaza Manta

Penulis lahir di Lamongan, 30 Maret 1990; menyelesaikan studi di Politeknik Negeri Semarang. Kini tinggal dan bekerja di Lombok. Dia tak pernah ikut festival sastra atau program residensi kepenulisan atau komunitas sastra apa pun—kecuali mungkin Kemudian.com yang syukurnya sampai sekarang masih bertahan. Jumlah tulisannya yang menang kompetisi masih bisa dihitung dengan dua tangan dan itu pun barangkali tak cukup penting untuk diundang langsung menerima penghargaan. Berkenalan dengan sastra lewat cerpen-cerpen milik Seno Gumira Ajidarma dan Sungging Raga. Tapi kemudian sangat mengagumi cara bercerita AS Laksana. Kalau disuruh memilih penulis luar negeri sebagai idola, barangkali Penulis mencukupkan diri dengan Gabriel Garcia Marquez. Sambil banyak membaca dan sesekali menulis, dia bekerja di salah satu perusahaan pangan nasional. Dia bisa dihubungi lewat surel di gaza.manta@gmail.com atau Twitter di @gazamantaa.

Han Gagas

Alias Rudy Hantoro, alumni Geodesi UGM Yogyakarta. Penerima penghargaan dari Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) tahun 2011. Buku karyanya: 1. Kumpulan cerpen Jejak Sunyi (Proyek Pemerintah, Mediatama, 2008). 2. Biografi Sang Penjelajah Dunia (Republika, 2010). 3. Novel Tembang Tolak Bala (LKIS, 2011). 4. Kumpulan cerpen Ritual (Gembring, 2012). 5. Kumpulan cerpen Catatan Orang Gila (Gramedia Pustaka Utama, 2014). 6. Novel Orang-orang Gila (Buku Mojok, 2018). 7. Kumpulan cerpen Percakapan 2 Perasaan (Basabasi, 2019).

Ihwanul Mujadid

Seorang seniman yang lahir di Blora Jawa Tengah. Bekerja sebagai Ilustrator dan melukis. Di sela-sela bekerja sebagai buruh gambar, meluangkan waktunya untuk menulis karya sastra. Saat masih kuliah di Semarang menjadi anggota organisasi Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM), yang bergerak di bidang literasi pengkajian ilmiah dan sastra. Pernah berkuliah di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Imron Amrullah

Lahir di Bangkalan Madura. Sejak lulus sekolah dasar, hidupnya dihabiskan dalam rantauan. Saat kuliah banyak diperjalankan ke tempat yang memiliki energi kuat untuk disinggahi. Hingga kini, pada saat studinya di tingkat akhir, ada hal yang kemudian disadari dan dirindukan, yaitu pulang. Kesadaran itu yang membuatnya kembali belajar untuk mengenal tanah kelahirannya, kehidupan desanya, serta kebudayaan yang membentuk karakternya. Lebih jauh lagi (padahal secara fisik terdekat), yaitu mempelajari dirinya sendiri dengan belajar mengenal Ki Ageng Suryomentaram melalui segala kawruh jiwa-nya agar tetap nDeso.

Isaac Bashevis Singer (1902-1991)

Terlahir dengan nama Icek Hersz Zynger, adalah penulis kelahiran Polandia yang menulis dalam bahasa Yiddish. la beremigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1935, empat tahun sebelum invasi Jerman. Singer adalah tokoh patron dalam gerakan kesusastraan Yiddish. Karya-karyanya meliputi novel Satan in Goray (1935), The Family Moskat (1950), The Magician of Lublin (1960), The Slave (1962), Enemies, a Love Story (1972), Shosha (1978), Old Love (1979), Reaches of Heaven: A Story of the Baal Shem Tov (1980), The Penitent (1983), Meshugah (1994), Shadows on the Hudson (1997); kumpulan cerita pendek Gimpel the Fool (1957), The Spinoza of Market Street (1963), Short Friday (1963), A Friend of Kafka (1970), The Fools of Chelm and Their History (1973), A Crown of Feathers (1974), The Death of Methuselah (1988); cerita anak Zlateh the Goat and Other Stories (1966), The Golem (1969), Alone in the Wild Forest (1971), Why Noah Chose the Dove (1974), The Power of Light: Eight Stories for Hanukkah (1980); dan nonfiksi The Hasidim (1973). Singer dianugerahi Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1978 atas "seni bercerita yang berapi-api, yang dengan akar budaya tradisionalnya sebagai seorang Yahudi Polandia, telah menggambarkan kondisi-kondisi manusia secara universal." National Book Awards memberikan dua penghargaan kepadanya, satu dalam bidang sastra anak untuk memoarnya A Day of Pleasure: Stories of a Boy Growing Up in Warsaw (1970) dan dalam bidang fiksi untuk kumpulan cerita pendek A Crown of Feathers (1974).

Italo Giovanni Calvino Mameli

Lebih dikenal dengan Italo Calvino, lahir dari pasangan Mario Calvino dan Evelina Mameli pada 15 Oktober 1923 di Santiago de Las Vegas, Kuba. Kedua orangtuanya adalah ahli botani. Mereka sekeluarga kemudian pindah ke San Remo, Italia, manakala Calvino belum genap dua tahun. Sejak belia Calvino telah menggandrungi puisi dan karya-karya fiksi, namun orang tuanya lebih mendorong ia belajar sains hingga akhirnya ia melanjutkan kuliah pada jurusan agrikultur. Selama awal masa pendudukan Jerman pada 1943, ia direkrut ke dalam kesatuan militer. la menentang pemerintah dan justru bergabung dalam perlawanan kaum komunis Italia bersama adiknya, Floriano. Dua tahun kemudian ia dan adiknya tergabung dalam pertempuran di Maritime Alps, di mana pengalaman pertempuran tersebut menjadi materi awal untuk karier kepenulisannya dalam dunia fiksi. Pengalaman selama perang-perang berikutnya, keikutsertaannya dalam partai komunis, ditambah pengetahuan mendalam soal sains, membuatnya menulis lebih banyak. Karya-karyanya seperti The Path to the Nest of Spiders, The Baron in the Trees, Invisible Cities, dan trilogi Our Ancestors berhasil menyabet berbagai penghargaan hingga membuat namanya makin melambung. la dikagumi oleh pembaca di beberapa negara berkat sisi-sisi eksperimental yang dianggap telah membuka batasan-batasan baru dalam bercerita, dan ia adalah penulis Italia kontemporer yang paling banyak diterjemahkan karyanya. Calvino meninggal pada 19 September 1985, pada usianya yang ke-61, di Sienna.

Jony Eko Yulianto

Sorang dosen dan peneliti di bidang psikologi sosial. la meraih gelar doktornya dari Massey University di Auckland, Selandia Baru pada tahun 2022. Disertasinya mengenai pernikahan beda etnis antara etnis Jawa dan Tionghoa mendapatkan penghargaan Dean's List of Exceptional Doctoral Theses. Selain itu, Jony juga merupakan penerima penghargaan James Liu Memorial Award dari Asian Association of Social Psychology pada tahun 2025 atas kontribusinya melakukan penelitian-penelitian psikologi budaya di Asia Tenggara. Di sela-sela aktivitasnya sebagai pendidik, Jony suka membaca buku dan mendengarkan siniar favoritnya.

Junichiro Tanizaki

Lahir di Tokyo tahun 1886. Merupakan pengarang terdepan akhir Meiji, Taisho, sampai era Showa dan ditahbiskan sebagai salah satu pengarang modern terbesar Jepang. Memulai debutnya pada 1909 dengan menerbitkan sebuah drama satu babak. la tinggal di Tokyo sampai pindah ke Kyoto pada 1923. Tanizaki mulai dikenal setelah kepindahannya ke Kyoto akibat gempa bumi dahsyat Kanto. Gempa yang menghancurkan banyak tempat bersejarah dan kawasan permukiman di Tokyo menyebabkan minat dirinya berubah. Dari kecintaan terhadap Barat dan modernitas, Tanizaki beralih kepada estetisisme Jepang, terutama kebudayaan Kansai. Novel pertamanya yang ditulis pascagempa adalah Naomi (1924-1925). Novel itu disambut baik oleh pembaca, bercerita tentang perempuan remaja yang dipaksa terbaratkan oleh walinya yang begitu terobsesi padanya. Novel Quicksand (1928-1929) mengisahkan hubungan sejenis dua wanita modern dari kalangan atas Osaka. Dan karya berikutnya adalah Some Prefer Nettles (1928-1929) tentang penemuan jati diri bertahap seorang lelaki asal Tokyo yang tinggal di sekitar Osaka, sehubungan dengan pengaruh Barat. Kebangkitan kembali minat Tanizaki dalam sastra Jepang terpantik pada penerjemahan Hikayat Genji ke bahasa modern di tengah berlangsungnya Perang Pasifik. la juga menulis novel yang di kemudian hari menjadi adikarya, yaitu Sasameyuki yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai The Makioka Sisters (1943-1948). Tanizaki meninggal dunia pada 1965. Setelah itu, untuk menghormati kepengarangannya, dibuatlah Penghargaan Tanizaki bagi karya fiksi dan drama.

Ki Ir. Prasetyo Atmosutidjo MM

Adalah Ketua Komunitas Pelajar Kawruh Jiwa Yogyakarta. Ayahnya, Ki Atmosutidjo, seorang kerabat Ki Ageng Suryomentaram (KAS) yang setia mendampingi KAS sampai akhir hayatnya. Sepeninggal KAS, Ki Atmo aktif mengurus berbagai kegiatan komunitas Pelajar Kawruh Jiwa.

Lamuh Syamsuar

Memiliki nama asli Lalu M. Syamsul Arifin. Lahir pada tahun 1987 di Lombok Tengah. Pada tahun 2021, ia menyelesaikan studi Magisternya, di UIN Sunan Kalijaga-Yogyakarta. Buku puisi terakhirnya Mata Damar terbit di Bening Pustaka, Yogyakarta (2019). Selain menulis puisi, ia tertarik juga pada dunia fotografi, dunia suluk dan akhir-akhir ini tertarik dengan permainan bulutangkis.

Mario F Lawi

Menerjemahkan dan menulis puisi. Ia belajar bahasa Latin secara formal selama 4 tahun di Seminari Menengah St. Rafael, Kupang. Menerjemahkan karya-karya sejumlah penyair berbahasa Latin ke bahasa Indonesia. Terjemahan terakhirnya adalah 60 Epigram tentang Puisi dan Penyair karya Martialis.

Marsten L. Tarigan

Lahir di Pematang Siantar Februari 1991. Saat ini berdomisili di kota Manokwari-Papua Barat. Bergiat di Komunitas Kandang Singa dan Prfrmne.rar. Buku kumpulan puisinya berjudul Mengupak Api yang Hampir Padam (Frasa Media, 2016). Puisi-puisinya pernah terbit di media massa seperti Kompas, Koran Tempo, majalah sastra Horison, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, majalah Ratanaras, Sumut Pos, borobudurwriters.id dan berbagai media massa lainnya lokal maupun nasional.

Masri Anwar

Lahir di Desa Segea Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah, pada 7 Junuari 1983. Ia memang bukan pemikir layaknya Hegel atau Marx, yang pemikirannya mudah dijumpai dalam satu tulisan utuh. Tapi hanya seorang penulis lokal yang ingin menuliskan menceritakan tentang kabar kampung pulau, keberanianya dalam menyuarakan kebenaran dan membela kepentingan lingkungan dan ekologi. Akademisi-penggiat lingkungan dan ekologi, Aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara, Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Maluku Utara, organisatoris, dan teridiologi. Serta sederat predikat perjuangan lingkungan dan ekologi di pundaknya Masri Anwar lantaran ia memiliki kemampuan perspektif lingkungan dan ekologi yang cukup. Kritik-kritik dalam tulisannya begitu tajam, begitu dalam. Tentu dengan ciri khas Masri Anwar: satire dan humoris. Karena kepiawaiannya dalam menulis, ia disebut pendekar ekologi dan lingkungan oleh teman-temannya. Halmahera Tengah patut bersyukur karena ada seorang anak petani hadir untuk menuliskan kisah tentang perampasan ruang hidup, yang sampai saat ini nyaris susah dijumpai penulis seperti Masri Anwar. la juga selain menulis dan aktif melakukan riset dan penelitian di daerah-daerah lingkar tambang, penulis pernah mengajar di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, mata kuliah tentang Hukum Lingkungan dan Pidana Lingkungan. Masri Anwar, Menyelesaikan Strata S1 di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN Ternate), pada tahun 2010, setelah itu penulis melanjutkan studi S2 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun 2019. Dan sekarang ini penulis sedang dalam studi jenjang Doktoral di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Masri Anwar, memilih judul Buku "Kerusakan Ekologi Sebuah Antologi" menggunakan konsep rantai nilai kerja dan penelitian emperis yang cenderung untuk mengungkapkan cara-cara perusahaan-perusahaan multinasional mengekstraksi surplus dari bumi Halmahera Tengah dengan mengorbankan para petani-neyalan. Bertolak belakang dari perayaan globalisasi kapitalisme, Rantai Nilai menunjukkan bahwa produksi yang menglobal tidak lain adalah bentuk baru dari imperialisme".

Miguel Angelo Jonathan

Lahir di Jakarta, memiliki minat pada sejarah. Menulis cerpen dan esai, serta mengedit naskah. Berjualan buku kecil-kecilan di Toko Buku Rusa Merah. Saat ini sedang berusaha menyelesaikan urusan perkuliahan agar bisa lebih nyaman mengurus dunia perbukuan. Novel pertamanya berjudul Si Pembunuh Elemen (2019).

Mikhail Bulgakov

Merupakan anak sulung dari enam bersaudara dalam sebuah keluarga teolog. Keluarganya termasuk elite Intelektual di Kyiv. Bulgakov beserta adik-adiknya turut serta dalam demonstrasi memperingati kematian Leo Tolstoi, Bulgakov lulus dari Medical School of Kyiv University pada 1915. la menikah dengan teman sekelasnya, Tatiana Lappa, yang jadi asisten pembantu di kantor dinasnya. la berpraktik sebagai dokter spesialis penyakit kelamin dari 1915 hingga 1919, yang kemudian la tuliskan pengalaman itu dalam Catatan Seorang Dokter Muda, la lantas bergabung dengan Tentara Putih antikomunis selama Perang Saudara. Selepas perang, la mencoba namun tak berhasil, keluar dari negerinya ke Paris di mana adiknya tinggal. Beberapa kali ia hampir terbunuh dalam Perang Saudara. Namun lantaran dokter dibutuhkan dalam perang, ia dibiarkan hidup, Pada 1921 la pindah ke Moskwa. Di sana ia bertemu dan berkawan dengan Anna Akhmatova, Viktor Ardov, dan lingkar pengarang lainnya. Lakon-lakon karya Bulgakov dipentaskan di Teater Seni Moskwa dengan sutradara Stanislavsky dan Vladimir Nemirovich. Kritik jenaka Bulgakov akan buruknya kualitas kehidupan di Uni Soviet menyebabkan banyak masalah baginya. Novelnya yang berjudul Heart of a Dog (1925) merupakan sindiran telak atas hilangnya nilai-nilai peradaban Rusia di bawah sistem politik satu partai komunis. Selepas novel itu terbit, ia beberapa kali diinterogasi intelijen Soviet, Obyedinyonnaye gosudarstvennoye politicheskoye upravleniye. Setelah Interogasi, catatan harian dan sejumlah karya yang belum selesai disita oleh intelijen. Lakonnya dilarang, membuatnya tak menghasilkan uang untuk beberapa lama. Dalam kemelaratan, ia menyurati adiknya yang berada di Paris ihwal kehidupan yang mengerikan dan kemiskinannya di Moskwa. Bulgakov menjauhkan diri dari Serikat Penulis Proletariat lantaran ogah menulis tentang kaum tani dan proletar. Tak kuat hidup dalam kemelaratan berlarut-larut, la menyurati Joseph Stalin, "Izinkan lakon-lakon saya dipentaskan di teater atau depak saja saya keluar Uni Soviet." Pada April 1930, ia menerima telepon dari Stalin. Diktator itu menyuruh Bulgakov mengisi lamaran kerja ke Teater Seni Moskwa. Lakon-lakonnya pun kembali dipentaskan.

MOTOJIRO KAJII

Lahir pada 17 Februari 1901. Día lahir sebelum dimulainya era Showa, yang dianggap sebagai periode kebangkitan Jepang. Sebagai penulis Motojiro menghasilkan karya yang dikenang setelah dia wafat pada usia muda. Sepanjang hidup Motojiro Kajii hanya menulis dua puluh cerita pendek. Karyanya yang terkenal adalah Lemon, sebuah prosa puisi, cerita pendek tentang buah lemon yang diletakkan di atas tumpukan buku seni. Asahi Shimbun, surat kabar terkemuka Jepang pernah membahas betapa pentingnya karya ini bagi Jepang, khususnya pada para pemuda di sana. Tidak banyak diketahui tentang kehidupan pribadi Motojiro Kajii. Bahkan informasi tentang keluarganya. Hanya sekelumit informasi tentang dirinya dilahirkan di Osaka, periode yang sama dengan Oda Sakunosuke. Keduanya menggarap karya serupa yaitu tingkah masyarakat Jepang pada masanya. Saat kecil Motojiro Kajii sering berpindah rumah. Tak ada banyak informasi tentang asal-usulnya. Sebab dia sering berpindah-pindah tempat tinggal. Dari 1910-1911, Motojiro Kajii pindah dari Osaka ke Tokyo untuk belajar di sekolah dasar. Setelah menyelesaikan pendidikan SD, ia pindah ke Toba guna menempuh pendidikan SMP hingga tahun 1913. Motojiro Kajii lalu pindah ke kota lahirnya untuk bersekolah di SMA Kitano. Dia belajar di sana hingga tahun 1919. Kemudian dia pindah lagi dan mendaftar Sekolah Tinggi Ketiga Kyoto. Namun pada 1920 di tahun kedua kehidupan pendidikan juniornya, kesehatannya memburuk. Dia terkena tuberkulosis. Meski begitu dia tetap kuat menjalani pendidikan hingga tahun 1924 diterima Universitas Kekaisaran Tokyo yang amat bergengsi. Di sana dia menempuh sastra Inggris. Dia lantas menerbitkan majalah sastra Aozora hasil kolaborasi dengan kawan-kawan sekolah menengahnya. Kajii menerbitkan karya terkenalnya Lemon di Aozora pada 1925. Di tahun 1927, kesehatan Motojiro Kajii kian buruk. Kemudian dia pindah ke Semenanjung Izu untuk memulihkan diri. Selama tinggal di Izu, dia berteman dengan Yasunari Kawabata. Motojiro Kajii meninggal di usia 31 tahun pada 1932 karena tuberkulosis. Namun setelahnya karya-karyanya banyak dibaca orang dan pemuda Jepang menggandrungi cerpen Lemon dengan mengikuti tingkah protagonis dalam kisah tersebut: meletakkan buah lemon di tumpukan buku-buku di toserba.

M.S. Arifin

Lahir di Demak pada 25 Desember 1991. Seorang penyair, esais, cerpenis, penerjemah, dan penyuka filsafat. Bukunya yang sudah terbit meliputi Sembilan Mimpi Sebelum Masehi (antologi puisi, Basabasi, 2019), Mutu Manikam Filsafat Iluminasi (terjemahan karya Suhrawardi, Circa, 2019), Tentang Cinta (terjemahan karya Ibnu Sina, Circa, 2021), dan Wujud dan Waktu (terjemahan karya Ar-Razi, IRCiSoD, 2022). Bisa dihubungi lewat ms.arifin12@gmail.com.

Mufa Rizal

Lahir di Mojokerto, Jawa Timur. Cerpen-cerpennya dimuat di berbagai media massa cetak maupun daring. Pada tahun 2015 mengikuti lokakarya Menulis. Cerpen Kompas di Universitas Negeri Malang. Buku kumpulan cerita pertamanya berjudul Api Ibrahim (2017).

Nanik Prihartanti

Lahir di Surakarta, 25 Juli 1959. Menyelesaikan studi S1 sampai S3 di Fakultas Psikologi UGM. Sejak tahun 1991 sampai dengan sekarang menjadi staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan mulai 2002 terlibat sebagai peneliti di Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSB-PS) UMS. Saat ini menjabat sebagai Kaprodi Magister Sains Psikologi UMS. Pernah bergabung sebagai psikolog dan koordinator penelitian di LSM Yayasan KAKAK Surakarta (1999-2001). Bidang minat yang ditekuni adalah topik-topik seputar pengembangan kepribadian sehat. Sebuah buku telah ditulisnya, berjudul Kepribadian Sehat menurut Konsep Suryomentaram (2004). Beberapa publikasi tulisan di jurnal ilmiah di antaranya berjudul "Pengembangan Kualitas Kepribadian melalui Olah Rasa" (1999), "Kualitas Kepribadian Ditinjau dari Konsep Rasa Suryomentaram dalam Perspektif Psikologi" (2003), "Mencapai Kebahagiaan Bersama dalam Masyarakat Majemuk" (2008), dan "Relasi Etnisitas Jawa-Cina dalam Masyarakat Majemuk" (2009). Tulisan yang berjudul "Model Suryomentaraman" menjadi kontribusi tulisan yang mengisi salah satu bab pada buku Psikologi Terapan: Melintas Batas Disiplin Ilmu, terbit awal tahun 2012.

Nuke Martiarini, S.Psi., M.A.

Salah satu pengajar di Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang. Lahir di Batang, 27 Maret 1981 dari keluarga sederhana, ayah seorang pegawai perkebunan dan ibu seorang guru Sekolah Dasar. Nuke menghabiskan masa kecilnya di dataran tinggi yang terkenal dengan perkebunan tehnya, yaitu di SMP dan SMA disana, kemudian melanjutkan kuliah dan ibunya bekerja. Tamat Sekolah Dasar, Nuke Kembali (Kabupaten Batang, Jawa Tengah) tempat di mana ayah Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro pada ke tempat asal ibunya yaitu di Jogja dan melanjutkan 1999-2004, melanjutkan ke tingkat magister di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2010-2012, dan saat ini sedang menempuh Pendidikan doktoral di School of Psychology, Massey University di New Zealand.

Nyoman Trisna Aryanata

Nyoman Trisna Aryanata, S.Psi., M.A., biasa dipanggil Arya, adalah dosen Program Studi Psikologi Universitas Bali Internasional. Arya menempuh studi jenjang sarjana psikologi di Universitas Sanata Dharma. Jenjang magister psikologi ditempuhnya di Universitas Gadjah Mada dengan mengambil minat utama pada Psikologi Sosial. Dalam penelitian, Arya memiliki minat penelitian pada kajian mengenai perilaku manusia dalam konteks kultural, khususnya terkait indigenous psychology, kontak lintas budaya, dan identitas. Di editor dan mitra bestari pada beberapa jurnal psikologi di samping sebagai dosen dan peneliti, Arya juga merupakan editor dan mitra bestari pada beberapa jurnal psikologi di Indonesia, seperti Jurnal Ilmu Perilaku, Jurnal Psikologi Udayana, Journal of Health and Behavioral Science, dan Jurnal Psikologi Mandala. Saat ini juga dalam masa mengabdi pada kepengurusan Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Bali. Di waktu luangnya, Arya gemar mengeksplorasi hal-hal terkait teknologi komunikasi, eksplorasi ruang angkasa, dan berbagai kopi-kopi khas Indonesia.

Osamu Dazai

Lahir di Prefektur Aomori pada 1909 dan meninggal di Mitaka, Tokyo di usia 38 tahun, merupakan salah satu penulis penting Showa. Bernama asli Tsushima Shji, dia dilahirkan dari keluarga kaya raya. Bakat Osamu Dazai mulai diakui orang-orang dalam lingkaran sastra setelah karyanya berjudul Gyakkō yang terbit pada 1933 membuatnya dinominasikan sebagai penerima Penghargaan Akutagawa pada 1935. Setelah itu bermunculan karya-karyanya yang lain. Di antaranya yang terkenal seperti Hashire Merosu, Shayō, dan Ningen Shikkaku. Fiksi Osamu Dazai liris dengan kandungan ironi, humor gelap, dan pembabaran kesedihan secara dingin dan destruktif. Bersama Ango Sakaguchi serta Jun Ishikawa, dia dikenal sebagai penulis dekaden angkatan gesaku baru dan buraiha. Dia senantiasa terobsesi pada bunuh diri. Semenjak duduk di bangku kuliah, berulang kali dia mencoba bunuh diri dengan mengajak para wanita yang dekat dengannya. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya dia berhasil meregang nyawa pada 1948 bersama selingkuhannya, Tomie Yamazaki, usai melakukan jusui (membenamkan diri) ke Sungai Tama.

Ovidius

Lahir lahir di Sulmo, Romawi Kuno, pada 20 Maret 43 SM, dan meninggal di Tomis, pada sekitar tahun 17 Masehi. Quintilianus memandangnya sebagai penulis elegi cinta Latin terakhir. Ovidius dikenal karena puisi naratif heksameternya berjudul Metamorphoses, dan kar-ya-karya eleginya seperti Ars Amatoria, Amores, dan Fasti, yang ditulis dalam metrum kuplet elegi. Medicamina Faciei Femineae ini adalah salah satu karya minornya yang ditulis dalam metrum kuplet elegi.

Pungky Ariawan Sukamto

Seorang akademisi psikologi lulusan UNDIP dan UGM, Terlibat dalam dunia literasi sejak 2015, antara lain membuat antologi esai, buletin, majalah, dan pernah menjadi asisten peneliti di CICP (Center for Indigenousand Cultural Psychology) UGM. Kini penulis mengajar sebagai dosen nontetap. Bidang peminatan: psikologi sosial dan indigenous psychology.

Raymond Carver (1938-1988)

Adalah penyair dan penulis cerita pendek asal Amerika. Carver dianggap sebagai salah satu penulis Amerika Terbaik. Kumpulan cerita pendeknya yang paling terkenal adalah "What We Talk About When We Talk About Love" (1981). Koleksi puisinya dikumpulkan dalam buku "All of Us: The Collected Poems" (1996).

Restu A Putra

Lahir di Jakarta. Setelah tamat dari Pondok Modern Gontor (2004), melanjutkan kuliah Jurnalistik di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Kini bergiat dan belajar menulis di FLP Bogor. Sebelumnya sempat mengaji sastra di Majelis Sastra Bandung (MSB) asuhan Kiai Matdon dan mendirikan Komunitas Rumput.

Roberto Bolaño

lahir di Santiago, Chili, pada tahun 1953. Bolaño mengawali karier kesusastraannya sebagai penyair. Sebagaimana pengakuannya, ia lebih banyak membaca puisi daripada prosa. Di usia 30, lantaran harus melunasi tagihan utang-utangnya, Bolaño mulai menulis prosa. Novelnya The Savage Detectives (1998) mendapatkan Herralde Prize dan Rómulo Gallegos Prize, dan 2666 (2004, ditulis tahun 1999-2003) memenangkan National Book Critics Circle Award. Bolaño telah menerbitkan lima kumpulan puisi, yakni Reinventing Love (1976), Fragments from the Unknown University (1992), The Romantic Dogs (1993), The Last Savage (1995), Tres (2000), yang sebagian besar kemudian dikumpulkan dalam antologi The Unknown University (2007). Roberto Bolaño meninggal di Blanes, Spanyol, di usia lima puluh.

Royyan Julian

Belajar di Universitas Negeri Malang dan Universitas Gadjah Mada. Bukunya antara lain: Sepotong Rindu dari Langit Pleiades (2011—memenangkan lomba kumpulan cerpen Leutika Prio), Tandak (2015—memenangkan Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur), Metafora Ricoeurian dalam Sastra (2016), Tanjung Kemarau (2017), Biografi Tubuh Nabi (2017), dan Rumah Jadah (2019). Diundang sebagai penulis emerging di Ubud Writers & Readers Festival 2016. Tahun 2019 menerima penghargaan sastra dari Gubernur Jawa Timur. Pada tahun yang sama juga menerima beasiswa program Residensi Penulis Indonesia yang diselenggarakan Komite Buku Nasional.

Ruly R.

Bergiat di Komunitas Kamar Kata Karanganyar dan bekerja di ideide.id. Kumcernya yang sudah terbit berjudul Cakrawala Gelap (Nomina, 2018), Terminal (Nomina, 2019). Novelnya berjudul Tidak Ada Kartu Merah (Penerbit Buku Kompas, 2019). Bisa disapa di Instagram dan Twitter @ruly_r_ atau e-mail: riantiarnoruly@gmail.com.

Sanny Nofrima

Perempuan kelahiran 20 November ini menyelesaikan pendidikan dasar sampai atas di kota kelahirannya, Muara Bulian, Jambi. Menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan saat ini melanjutkan pendidikan Doctoral Political Institutions, Processes and Technologies Ural Federal University di Rusia. Selain aktif sebagai Dosen Ilmu Pemerintahan di Universitas Indo Global Mandiri, Palembang dan editor/reviewer Jurnal. Adapun karya tulisan yang telah dipublikasikan seputar Civil Society, Gerakan Sosial. Saat ini dapat dihubungi melalui sannynofrima21@gmail.com.

Setyaningsih

Menulis esai, resensi, dan terkadang cerita anak. la menyukai es teh dan berjalan kaki. Buku kumpulan esai yang telah terbit: Melulu Buku (2016), Bermula Buku, Berakhir Telepon (2016), dan dua jilid Kitab Cerita (2019 dan 2021). Terpilih sebagai emerging writer di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2021 dan Balige Writers Festival 2024. Berkenalan boleh melalui IG @langitabjad.

Sunarno

Lahir di Ngawi pada tanggal 15 Februari 1982. Pendidikan terakhir di Program Magister Sains Psikologi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sejak tahun 2016, mengajar di Program Studi Psikologi Islam, UIN Syekh Wasil Kediri. Dengan peminatan keilmuan psikologi sosial, Sunarno yang kini tinggal di Kediri, aktif mendidik masyarakat melalui komunitas dan jaringan komunitas, menjadi aktivis pegiat literasi, dan mengkaji berbagai fenomena perilaku masyarakat pedesaan dan wong cilik. Baginya, masyarakat pedesaan adalah satu-satunya penjaga gawang nilai kebersamaan dan kautaman. Baginya, pada diri wong cilik berlimpah nilai perjuangan, ketangguhan, dan kaindahan.

Tjak S. Parlan

Lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Sajak-sajaknya telah dimuat di berbagai media massa—baik media cetak maupun media daring, juga termaktub dalam sejumlah antologi bersama. Ia juga menulis cerita pendek, esai, resensi, sejumlah feature perjalanan, dan novel. Sejumlah bukunya telah terbit, antara lain Berlabuh di Bumi Sikerei (2019—Feature Perjalanan). Sebuah Rumah di Bawah Menara (Rua Aksara, 2020—Kumpulan Cerita Pendek. Selain menulis, ia menekuni perwajahan (desain) buku dan media cetak (koran, majalah, bulletin, jurnal, zine). Saat ini mukim di Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Buku berjudul Cinta Tak Pernah Fanatik adalah buku puisi perdananya. Buku puisi ini pernah mendapat penghargaan Nominasi 10 Besar Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2021.

Verra Okti P

Lahir 26 tahun silam di sebuah desa terpencil di Kalimantan Tengah. Alumni Universitas Diponegoro Semarang ini selama kuliah, ia aktif di organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Penulis berdarah Dayak-Jawa ini juga pernah menjadi tim pers kampus. Novel "Generasi Y" merupakan novel pertamanya. Kini, ia bekerja sebagai penulis artikel di Kontenesia dan kontributor Erakini.

Yogie Pranowo

Lahir 8 Juli 1989, mengenyam pendidikan menengah di Seminari Wacana Bhakti. Setelah itu melanjutkan dan magister di STF Driyarkara. Aktif menulis di studi sarjana beberapa jurnal nasional dan internasional. Beberapa tulisan yang sudah terbit antara lain: Peran Argumentum ad Hominem dalam Genealogi Moral: Nasehat Nietzsche bagi Calon Pencoblos (Jurnal Ultima Humaniora, 2014), Transendensi dalam Pemikiran Simone de Beauvoir dan Emmanuel Levinas (Jurnal Melintas, 2016), serta buku Hak asasi Manusia: Yang Muda Kini Bicara (Yayasan Jurnal Perempuan, 2011), Rumah, Kota, Kita (Self Publisher, 2016), serta Perempuan, Moralitas, dan Seni (Ellunar Publisher, 2018). Saat ini aktif menjadi sutradara di STF Driyarkara dan beberapa kelompok teater independen lainnya di Jakarta. Selain menjadi sutradara, juga mengajar di Kalbis Institute, Jakarta.

Yohanes Theo

Seorang peneliti filsafat, pengajar, dan pembuat film dokumenter soal hak asasi manusia. la menyelesaikan studinya di STF Driyarkara dan minat penelitiannya mencakup bidang filsafat Barat klasik. la telah menghasilkan beberapa karya, termasuk buku "Filosofi Untuk Hidup yang Layak ala Stoa" yang membahas tentang konsep Stoikisme dan tindakan yang layak dalam kehidupan sehari-hari, juga beberapa artikel dan jurnal ilmiah. Buku "Kosmologi Stoa" adalah buku kedua yang ia tulis.

Yuditeha

Lahir di Sragen. Kini tinggal di Jaten Karanganyar, Jawa Tengah. Aktif di Komunitas Sastra Alit Surakarta, pendiri Komunitas Sastra Kamar Kata Karanganyar, dan kini juga mengasuh laman sastra ideide.id. Karya-karya cerpen dan puisinya telah memenangkan berbagai perlombaan serta dimuat di media massa lokal dan nasional. Buku-bukunya juga telah diterbitkan baik oleh penerbit alternatif maupun mayor.

Yūko Tsushima

Menulis prosa dan kritik sastra. Namun namanya baru dikenal luas setelah ia meninggal. Baru setelahnya, terjemahan karya-karya fiksinya dalam bahasa Inggris mulai dilakukan. Yang paling anyar, dua cerita pendek Tsushima dibukukan dalam seri Penguin Modern. Kita tahu buku-buku Penguin adalah usaha kanonisasi pada pengarang pilihan mata Barat. Seri Penguin Modern dikemas dalam buku ukuran saku dan pengarang pilihan diajukan dalam seri ini. Mulai dari Italo Calvino sampai Javier Marias. Di antara nama-nama besar itu ada nama yang jarang diketahui pembaca Barat, seperti Yüko Tsushima. Tsushima dikenal sebagai pengarang yang sering menyuarakan perempuan yang menentang takdir normatifnya dalam kerangka patriarki. Namun ia menolak label feminis pada karya-karyanya. Itu ditulis sealami mungkin. Dalam novel Territory of Light kita dihadapkan pada kisah seorang ibu muda dengan anak kecil menjalani hidup di kota besar Tokyo setelah bercerai. Novel fragmentaris itu mendedahkan pikiran si ibu muda dan kenangan seputar kehidupannya. Penceritaan serupa juga dapat pembaca rasakan dalam buku ini pada cerita pendek yang panjang (long short story) berjudul Alam Air yang diterjemahkan dari The Watery Realm yang termaktub dalam buku Of Dogs and Walls seri Penguin Modern. Cerpen semi autobiografis ini menceritakan kehidupan protagonis dengan putra semata wayangnya yang menginginkan sebuah kastil hias akuarium. Ada juga sisipan plot yang bercerita tentang ayah tak dikenal si protagonis. Plot ini pula muncul pada tokoh lain yang memakai sudut pandang orang pertama, yaitu ibu si protagonis. Sosok ayah sekaligus suami yang memutuskan mengakhiri hidup dengan menerjunkan diri ke air. Ini merupakan riwayat nyata ayah Tsushima yang bernama Shuuji Tsushima atau kita kenal dengan nama Osamu Dazai. Di cerita ini pula kita disuguhkan perumpamaan besar akan air yang oleh pengarang disandingkan dengan salah satu dewa dalam kepercayaan Shinto Jepang. Dua protagonis menjalani hidup bersisian ketika kita mulai membaca cerita ini dan hanyut di dalamnya.

Ayo pesan sekarang!