Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Rumah Kertas: Rasa Nyaman di Antara Baris Kalimat

Ditulis oleh Maiya Ariendita*

ilustrasi pengalaman membaca buku

BUKU sering sekali dianggap sebagai sebuah kertas yang berisi ribuan tulisan tanpa arti atau hanya mengisahkan sebuah cerita palsu atau dibuat-buat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang yang sadar bahwa buku bukan hanya sekadar sebuah kertas berisikan tulisan. Jika diperhatikan lebih mendalam, kata-kata di buku memiliki makna yang lebih mendalam dan dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan atas segala hal yang ada di dunia ini. Buku juga menjadi ruang untuk beberapa orang menuangkan seluruh perasaan yang sedang ia rasakan, seolah menjadi tempat terbaik untuk mereka yang tidak memiliki “rumah” agar dapat menyalurkan emosi.

Saya sendiri mulai menikmati membaca buku ketika memasuki sekolah menengah atas, di mana saya jatuh ke dalam tulisan para penulis. Novel menjadi salah satu jenis buku yang sangat saya sukai. Tulisan para penulis sering kali membuat saya seperti berada dalam situasi di halaman itu. Saya juga sering menemukan fakta-fakta baru dari dalam buku novel. Jadi bagi saya, novel juga bisa menjadi tempat mencari ilmu pengetahuan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, saya harus menjelajahi buku dengan lebih luas agar mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak.

Membaca buku bukanlah kebiasaan atau hobi bagi sebagian orang. Ada banyak yang membaca buku hanya untuk formalitas. Memang, ada juga yang menjadikannya sebagai sebuah hobi. Namun, ada juga yang menggunakan buku sebagai landasan atau tempat mencari berbagai informasi dan ilmu pengetahuan. Lalu, ada beberapa orang yang menjadikan buku sebagai “zona nyaman” ketika saat menghadapi permasalahan yang berat karena beberapa buku mampu membuat pembacanya jatuh kedalam narasi.

Dalam kisah, awalnya saya terpaksa membaca buku atas dasar tuntutan akademik. Saat itu, saya harus membaca berbagai macam buku mata pelajaran. Meskipun, saya tidak tertarik. Namun karena rasa tanggung jawab yang diberikan, saya harus membaca buku itu. Akan tetapi lama kelamaan, saya merasa tertarik ke dunia buku yang membuat saya seperti mengalir di setiap halaman, membawa saya ke suatu tempat atau fantasi yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Memberikan ruang bebas di mana saya dapat melepaskan seluruh perasaan yang sedang tertahan dan bebas mengekspresikan semua yang saya ingin lakukan. Meskipun hanya terjadi dalam imajinasi, hal tersebut membuat saya merasa lebih ringan ketika menghadapi hari-hari yang kala itu lumayan berat.

Setelah membaca berbagai macam buku, saya sempat mencoba menulis sebuah puisi dan cerita pendek sendiri. Namun setelah dilihat lagi, saya menyadari bahwa saya tidak terlalu berbakat di bidang tersebut. Saya lebih menikmati saat membaca buku daripada menjadi seorang penulis. Meski demikian di sinilah, saya menyadari bahwa setelah membaca buku dan mendalami apa itu buku. Saya mendapatkan sebuah hal baru. Saya berhasil membuat diri saya sendiri keluar dari zona nyaman. Saya berusaha membuat sebuah tulisan indah yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Saya juga semakin peka dengan keadaan sekitar akibat membaca berbagai buku-buku dan membuat saya memandang dunia dengan pandangan yang jauh berbeda.

Di tengah kemajuan teknologi di zaman sekarang, banyak orang yang masih mencari beberapa informasi di buku karena beberapa jawaban yang berada di internet tidak meyakinkan. Di sanalah, kita kembali membaca buku yang sudah mulai terlupakan. Di sanalah, tersimpan berbagai macam jawaban dari berbagai macam aspek. Jawaban di internet juga terkadang membingungkan. Beberapa menuliskan dengan tidak rapi dan berantakan, berbeda dengan buku yang sudah tersusun rapi dan lebih mudah dipahami. Menurut saya, meskipun internet memberikan jawaban dengan cepat. Jawaban tersebut tidak selalu akurat. Memang saat mencari jawaban di buku lebih memakan waktu, tetapi jawaban yang diberikan lebih meyakinkan dan akurat.

Seiring bertambahnya usia dan berkembangnya teknologi, buku mulai saya lupakan. Saya lebih memilih membaca cerita fiksi di beberapa platform media sosial karena langsung diberikan visual dan audio di saat yang bersamaan. Akan tetapi di satu sisi, buku selalu memiliki tempat yang spesial di hati saya. Setiap bermain di media sosial, saya jarang sekali merasakan ketenangan. Namun ketika saya membaca buku, saya merasakan semua emosi yang bisa dicampur menjadi satu. Akan tetapi, bedanya saya dapat merasakan ketenangan di saat yang bersamaan. Tidak jarang juga, saya merasakan kehangatan ketika membaca buku yang membuat saya merasa nyaman.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, hubungan saya dengan buku mungkin renggang. Namun, saya merasa bahwa buku akan terus berkembang di setiap bidang. Hal tersebut menandakan bahwa buku akan terus ada berdampingan dengan kehidupan kita. Semoga semakin banyak orang yang membaca buku dalam waktu luangnya, entah sekadar mengatasi rasa bosan ataupun menjadikan buku sebagai hobi.

Dengan ini, saya merasa buku merupakan pintu untuk dunia yang jauh lebih luas. Tempat yang bebas tanpa adanya ejekan orang lain dan penuh dengan semua hal yang dapat manusia rasakan. Di mana buku dapat menjadi tempat mengekspresikan diri, sumber pengembangan, sumber ilmu pengetahuan, dan menjadi tempat ternyaman bagi seseorang yang tidak memiliki sandaran di dunia yang nyata dan menyakitkan ini.


*Maiya Ariendita, mahasiswa sastra Inggris di Universitas Jenderal Soedirman. Berasal dari Jakarta. Ia gemar membaca artikel tentang bidang yang diminati. Memiliki harapan dapat mengembangkan diri dan memberi manfaat bagi orang lain.

Pemeriksa aksara: Mikha K. dan Radit Bayu A.

Ayo pesan sekarang!