Penerbit Buku

Untitled (600 × 250 px)

Apakah Mendengarkan Audiobook Sama Baiknya dengan Membaca?

Ilustrasi apakah mendengarkan audiobook sama dengan membaca buku?

CARA orang menikmati buku berubah drastis dalam satu dekade terakhir. Jika dulu membaca hampir selalu identik dengan membuka halaman buku cetak, kini cerita dapat dinikmati melalui berbagai format, mulai dari e-book hingga audiobook. Perubahan tersebut terjadi seiring perkembangan teknologi digital, layanan streaming, dan gaya hidup modern yang membuat banyak orang lebih sering mengkonsumsi konten sambil melakukan aktivitas lain.

Di tengah perubahan tersebut, muncul satu pertanyaan yang cukup sering diperdebatkan: apakah mendengarkan audiobook memiliki nilai yang sama dengan membaca buku secara langsung? Sebagian orang masih menganggap membaca teks sebagai bentuk literasi yang lebih serius. Namun di sisi lain, semakin banyak peneliti, penerbit, dan pegiat literasi yang berpendapat bahwa menikmati cerita melalui audio juga merupakan bagian sah dari pengalaman membaca.

Diskusi tersebut tidak hanya muncul di kalangan akademisi atau pecinta buku, bahkan keluarga Kerajaan Inggris ikut menyinggungnya. Ratu Camilla yang baru-baru ini muncul dalam komik Beano bersama karakter nakal Dennis the Menace dan anjingnya, Gnasher, untuk mempromosikan budaya membaca. Dalam kesempatan tersebut, sang Ratu menegaskan bahwa komik dan audiobook juga dihitung sebagai membaca, sebuah pernyataan yang mencerminkan perubahan cara masyarakat memandang literasi di era digital.

Popularitas Audiobook yang Melonjak dalam Industri Buku

Dalam satu dekade terakhir, audiobook berubah dari format alternatif menjadi pilar penting dalam industri penerbitan global. Di Inggris, pendapatan dari buku audio meningkat hampir sepertiga pada periode 2023–2024. Pertumbuhan tersebut dipicu oleh meningkatnya penggunaan ponsel pintar, aplikasi audio, dan perubahan kebiasaan konsumsi konten.

Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan audiobook, antara lain,

  • kemunculan layanan streaming dan platform audio, seperti Spotify dan Audible;

  • kebiasaan multitasking yang membuat orang mendengarkan cerita sambil beraktivitas; dan

  • produksi buku audio yang semakin profesional dengan narator terkenal dan kualitas audio tinggi.

Spotify mulai memasukkan katalog audiobook pada tahun 2022 yang menandai semakin seriusnya perusahaan teknologi dalam memasuki pasar literasi audio. Sementara itu, layanan Audible milik Amazon telah lebih dulu membangun ekosistem buku audio yang luas dengan ribuan judul dan produksi eksklusif. Dalam beberapa kasus, bahkan terjadi fenomena baru bahwa penjualan buku audio melampaui penjualan buku cetak dan e-book, sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi satu dekade lalu.

Audiobook dan Definisi Baru tentang Membaca

Banyak pakar literasi mulai menekankan bahwa membaca tidak semata-mata soal melihat teks. Debbie Hicks, direktur kreatif organisasi literasi Inggris Reading Agency, mengatakan bahwa inti membaca sebenarnya terletak pada pemahaman cerita dan ide, bukan pada medium yang digunakan.

Menurutnya, pandangan lama yang menempatkan buku cetak di puncak hierarki literasi mulai bergeser. Dalam konteks modern, seseorang dapat dianggap sebagai pembaca selama ia terlibat secara aktif dengan isi cerita, baik melalui teks maupun audio.

Penelitian mengenai proses kognitif juga menunjukkan bahwa pemahaman cerita melalui audio dapat setara dengan membaca teks, terutama ketika pendengar fokus pada narasi. Otak manusia pada dasarnya memproses bahasa melalui dua jalur utama, yaitu visual dan auditori. Kedua jalur tersebut sama-sama mampu membangun pemahaman makna, emosi, serta alur cerita.

Manfaat Audiobook bagi Literasi dan Akses Membaca

Audiobook memberikan keuntungan yang sulit ditandingi buku cetak dalam beberapa situasi. Format audio memungkinkan lebih banyak orang untuk mengakses literatur tanpa hambatan fisik atau waktu. Simak beberapa manfaat utama audiobook berikut ini.

  1. Akses Bagi Penyandang Disabilitas
    Buku audio sangat membantu orang dengan gangguan penglihatan atau disleksia yang kesulitan membaca teks panjang.

  2. Mendukung Pembelajaran Bahasa
    Pendengar dapat mempelajari pengucapan, intonasi, dan ritme bahasa secara langsung dari narator profesional.

  3. Membaca saat Melakukan Aktivitas Lain
    Banyak orang mendengarkan buku audio ketika mengemudi, berolahraga, atau melakukan pekerjaan rumah.

  4. Menjangkau Kelompok yang Jarang Membaca
    Umumnya, perempuan lebih sering membaca buku. Adanya buku audio memberikan fakta bahwa ternyata laki-laki lebih banyak mendengarkan audiobook setiap minggu. Dengan kata lain, audiobook sering berfungsi sebagai jembatan yang membawa orang kembali ke dunia buku.

Bukti Penelitian tentang Pengaruh Audiobook pada Anak dan Remaja

Penelitian oleh National Literacy Trust pada tahun 2024 memberikan gambaran menarik mengenai dampak audiobook pada generasi muda. Beberapa temuan penting penelitian tersebut meliputi

  • 37,5% anak-anak dan remaja mengatakan buku audio membuat mereka lebih tertarik membaca buku,

  • 52% responden merasa mendengarkan cerita membantu mereka mengurangi stres, dan

  • banyak anak menjadi lebih tertarik pada cerita setelah pertama kali mendengarnya dalam format audio.

Menurut Jon Watt dari Audio Publishers Group, pengalaman mendengarkan cerita memainkan peran penting dalam membangun hubungan emosional dengan narasi. Ketika anak menikmati cerita, mereka cenderung lebih terbuka untuk mengeksplorasi buku dalam berbagai format.

Transformasi Cara Penulis dan Industri Menciptakan Buku

Perubahan besar juga terjadi dalam proses produksi buku. Jika dahulu audiobook hanya dianggap sebagai pelengkap dari buku cetak, kini banyak penerbit merancang karya sejak awal dengan mempertimbangkan format audio. Tren yang muncul di industri penerbitan, antara lain,

  • memoar selebriti yang dinarasikan langsung oleh penulisnya;

  • produksi audiobook dengan aktor terkenal dan kualitas audio, seperti drama radio modern; dan

  • beberapa karya yang dirilis eksklusif dalam format audio.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa audiobook tidak lagi sekadar versi alternatif dari buku, tetapi telah berkembang menjadi medium kreatif tersendiri dalam dunia literasi modern.

Audiobook dan Masa Depan Budaya Membaca

Perkembangan audiobook menunjukkan bahwa cara manusia menikmati literatur terus berevolusi. Jika dahulu membaca identik dengan membuka halaman buku, kini pengalaman tersebut bisa terjadi melalui headphone atau speaker.

Bagi sebagian orang, membaca tetap memiliki sensasi unik melalui aroma kertas yang tercium atau dengan menandai halaman favorit. Namun, bagi sebagian orang lainnya, audiobook menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki buku cetak.

Ketika seseorang menyerap ide, emosi, dan imajinasi dari sebuah narasi, apakah itu melalui mata atau telinga, mungkin bukan lagi pertanyaan utama. Berkaitan dengan membaca, hal yang paling penting adalah cerita tetap sampai kepada pembaca atau pendengar. Hal penting lainnya juga terlihat dari hubungan manusia dengan cerita—sesuatu yang telah menjadi bagian dari budaya sejak tradisi lisan ribuan tahun lalu.

Dalam konteks ini, audiobook mungkin bukan pengganti membaca, tetapi perluasan cara kita membaca di era modern.


Sumber referensi:
https://www.theguardian.com/books/2026/jan/21/is-listening-to-an-audiobook-as-good-as-reading
https://www.publishers.org.uk/audiobooks-and-fiction-drove-growth-in-2024/
https://literacytrust.org.uk/information/what-is-literacy/audiobooks-and-literacy/

Pemeriksa aksara: Mikha

Ayo pesan sekarang!