SUARA LELUHUR DARI PULAU-PULAU
Rp80.000
Tradisi lisan dalam kehidupan masyarakat asli mengandung nilai-nilai keyakinan dan pengetahuan yang tersistim dengan kekayaan filosofisnya yang kuat memancarkan percikanpercikan logos dalam keduniawian kosmos negerinya masingmasing. Setiap tradisi lisan pada dirinya, mengandung kewajiban penghayatan
harmoni dengan norma kebenaran dan kebaikan, sehingga orang mencapi sebuah level harmoni diri yang sebaikbaiknya dan sebenar-benarnya, baik pada level strata kosmos yang fisiokosmos (fisik, biotis maupun psikhis) maupun strata kosmos di atasnya. Penghayatan harmoni pada level fisiokosmis, manusia bukannya
mengalami kesadaran diri sebagai “akuisme”, melainkan menjadi mitra atau pasangan yang sebaik-baiknya dan sebenarbenarnya dengan; meti, laut, gunung tanjung pohon, binatang dan sebagainya di alam kosmosnya sebagai aku-aku. Semuanya saling terhubung dalam kesadaran “ada bersama” secara sejajar dan sederajat sebagai saudara dalam sebuah rumah tangga kosmos negerinya yang cenderung diwarnai pula dengan keyakinan Panteisme. Semua aku yang hadiri secara aktif menyapa diriku, sehingga saling menerobos, menyusup dan saling menyelaras menjadi ”kita” dalam gambaran tubuh kosmosku sehingga patut dijaga, dilestarikan dan dijunjung keberlanjutannya.
PETUALANGAN MEMBACA: TEKNIK DASAR UNTUK PEMBACA PEMULA
Hermien Lola Soselisa, Mariana Lewier
SUARA LELUHUR DARI PULAU-PULAU
Rp80.000
Tradisi lisan dalam kehidupan masyarakat asli mengandung nilai-nilai keyakinan dan pengetahuan yang tersistim dengan kekayaan filosofisnya yang kuat memancarkan percikanpercikan logos dalam keduniawian kosmos negerinya masingmasing. Setiap tradisi lisan pada dirinya, mengandung kewajiban penghayatan
harmoni dengan norma kebenaran dan kebaikan, sehingga orang mencapi sebuah level harmoni diri yang sebaikbaiknya dan sebenar-benarnya, baik pada level strata kosmos yang fisiokosmos (fisik, biotis maupun psikhis) maupun strata kosmos di atasnya. Penghayatan harmoni pada level fisiokosmis, manusia bukannya
mengalami kesadaran diri sebagai “akuisme”, melainkan menjadi mitra atau pasangan yang sebaik-baiknya dan sebenarbenarnya dengan; meti, laut, gunung tanjung pohon, binatang dan sebagainya di alam kosmosnya sebagai aku-aku. Semuanya saling terhubung dalam kesadaran “ada bersama” secara sejajar dan sederajat sebagai saudara dalam sebuah rumah tangga kosmos negerinya yang cenderung diwarnai pula dengan keyakinan Panteisme. Semua aku yang hadiri secara aktif menyapa diriku, sehingga saling menerobos, menyusup dan saling menyelaras menjadi ”kita” dalam gambaran tubuh kosmosku sehingga patut dijaga, dilestarikan dan dijunjung keberlanjutannya.
PETUALANGAN MEMBACA: TEKNIK DASAR UNTUK PEMBACA PEMULA
Hermien Lola Soselisa, Mariana Lewier
